KUTAI TIMUR, suudutkata.com – Kebutuhan alat pelindung diri (APD) bagi personel pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kutai Timur mendapat dukungan dari pihak swasta. Bantuan tersebut diarahkan untuk menunjang keselamatan tim gabungan yang masih bertugas menangani karhutla di sejumlah wilayah.
Salah satu perusahaan yang terlibat ialah PT Kaltim Prima Coal (KPC). Perusahaan tersebut menyalurkan sejumlah APD kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur secara bertahap, dengan memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.
General Manager External Affairs and Sustainable Development PT KPC, Wawan Setiawan, mengatakan bantuan tahap awal telah diserahkan pada Kamis (3/9/2026) di Posko Utama Penanganan Karhutla, Kantor BPBD Kutai Timur.
“Bantuan untuk pemadaman karhutla yang diserahkan terdiri dari beberapa gelombang dan yang sudah diserahkan adalah kebutuhan sangat mendesak seperti sepatu bot, masker, dan sarung tangan,” ujarnya, Jumat (4/9/26).
Menurut Wawan, penyaluran bantuan dilakukan melalui koordinasi dengan BPBD Kutai Timur agar jenis perlengkapan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan personel.
Bantuan tersebut diterima langsung Kepala Pelaksana BPBD Kutai Timur, Sulastin, untuk selanjutnya didistribusikan kepada petugas yang berada di garis depan penanganan karhutla.
Selain perlengkapan keselamatan, KPC juga memberikan dukungan konsumsi harian bagi tim gabungan pemadam yang bertugas di wilayah Sangatta Selatan. Seluruh dukungan tersebut tetap disalurkan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah.
Wawan menyebut keterlibatan dunia usaha menjadi bagian dari upaya bersama untuk mempercepat penanganan kondisi darurat karhutla. Ia berharap dukungan yang diberikan dapat membantu tim bekerja lebih aman sekaligus mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat yang terdampak asap dan api.
“Kami akan terus memberikan dukungan di bawah koordinasi BPBD Kutim agar situasi darurat ini lekas teratasi agar semua bisa beraktivitas normal tanpa gangguan api dan asap,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar ikut mencegah munculnya titik api baru. Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas pemadam, tetapi membutuhkan keterlibatan pemerintah, perusahaan, masyarakat, petani, dan relawan.
“Ketersediaan APD menjadi bagian penting untuk memastikan personel dapat bekerja secara aman saat menghadapi medan sulit dan paparan asap selama proses pemadaman,” kata Wawan.(RA/ADV/Kutim)



