SAMARINDA, sudutkata.com – Udara tak selalu terlihat, tetapi dampaknya bisa dirasakan setiap kali seseorang menarik napas. Di tengah aktivitas masyarakat yang terus berjalan, kualitas udara menjadi persoalan yang tak bisa sepenuhnya dihindari, terutama bagi mereka yang bekerja dan beraktivitas di luar ruangan.
Kondisi itu mendorong Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Samarinda Ulu mengambil langkah sederhana. Di Jalan Juanda Samarinda, Mereka membagikan masker kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang tetap harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dinilai kurang bersahabat.
Bagi DPC PSI Samarinda Ulu, masker yang dibagikan bukan sekadar benda pelindung. Ada pesan yang ingin disampaikan, perhatian kepada masyarakat tidak harus selalu diwujudkan melalui program besar. Kepedulian bisa dimulai dari sesuatu yang sederhana dan dekat dengan kebutuhan sehari-hari.
Sekretaris DPD PSI Samarinda, Taufan Marselinus, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya PSI untuk hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika ada agenda politik.
“Ini bentuk kepedulian sederhana kami kepada masyarakat. Kami melihat banyak warga yang setiap hari tetap harus bekerja dan beraktivitas di luar rumah,” kata Taufan, Rabu, 26 Agustus 2026.
Menurut dia, pembagian masker menjadi salah satu cara PSI merespons kondisi yang dirasakan langsung masyarakat. Ia berharap kegiatan semacam itu tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan menjadi pengingat bahwa persoalan lingkungan dan kesehatan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kami ingin PSI hadir lebih dekat, melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, kemudian mencoba memberikan respons sesuai kemampuan kami,” ujarnya.
Ketua DPC PSI Samarinda Ulu, Bobby Arie Sentana, mengatakan gagasan pembagian masker muncul dari perhatian terhadap warga yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari meski kondisi udara tidak selalu ideal.
“Tidak semua orang bisa memilih untuk berada di dalam rumah. Ada pedagang, pekerja, pengendara, dan masyarakat lain yang harus tetap beraktivitas di luar,” kata Bobby.
Karena itu, menurut Bobby, masker menjadi bentuk perlindungan sederhana yang setidaknya dapat membantu masyarakat ketika berada di luar ruangan.
“Kami sadar apa yang kami lakukan ini mungkin kecil. Tapi kami percaya kepedulian memang bisa dimulai dari hal kecil. Satu masker mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan bisa memberi manfaat bagi yang menerima,” ujarnya.
Bobby mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari semangat DPC PSI Samarinda Ulu untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Menurut dia, kehadiran organisasi politik di tengah masyarakat tidak semestinya hanya terlihat melalui baliho, kampanye, atau kegiatan politik.
“Kami ingin masyarakat merasakan bahwa kami ada dan mau mendengar. Kalau ada kebutuhan yang bisa kami bantu, kami akan berusaha hadir,” katanya.
Balik ke Taufan, Ia menambahkan, langkah yang dilakukan DPC PSI Samarinda Ulu diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan kepedulian yang lebih luas. Ia menilai perhatian terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat tidak harus menunggu persoalan menjadi besar.
“Semoga langkah kecil ini bisa menginspirasi kepedulian lain. Yang penting masyarakat merasakan manfaatnya,” tambah Taufan.
Pembagian masker itu pada akhirnya bukan hanya tentang selembar pelindung yang diberikan kepada warga. Di baliknya ada pesan sederhana bahwa di tengah kesibukan dan persoalan kota, masih ada upaya untuk saling menjaga. (Mifa)




