SAMARINDA, sudutkata.com – Muhammad Faisal resmi mengakhiri masa jabatannya sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur setelah lebih dari lima tahun mengemban tugas. Kini, ia dipercaya memimpin Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim melalui rotasi jabatan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Pergantian tersebut ditandai dengan serah terima jabatan yang juga menetapkan Ririn Sari Dewi sebagai Kepala Diskominfo Kaltim menggantikan Faisal.
Menanggapi penugasan barunya, Faisal menegaskan rotasi jabatan merupakan bagian dari mekanisme birokrasi yang harus diterima sebagai amanah sekaligus bentuk kepercayaan dari pemerintah.
“Jabatan itu amanah. Jadi apa yang sudah diputuskan tentu harus kita jalankan,” ujar Faisal saat ditemui, Rabu (01/07/2026).
Ia mengungkapkan telah memimpin Diskominfo Kaltim selama lima tahun enam bulan. Menurutnya, masa tersebut sudah cukup panjang sehingga pergantian pimpinan menjadi sesuatu yang wajar dalam organisasi pemerintahan.
“Sudah lima tahun enam bulan di Kominfo. Memang sudah saatnya juga bergeser,” katanya.
Faisal menilai rotasi jabatan menjadi bagian penting dalam penyegaran organisasi sekaligus memberikan kesempatan bagi aparatur sipil negara untuk memperoleh pengalaman di bidang yang berbeda.
“Keliling-keliling saja untuk penyegaran,” ucapnya sambil tersenyum riang.
Penempatan di Dinas Pariwisata justru menjadi tantangan yang disambutnya dengan optimistis. Pasalnya, sektor tersebut bukan hal baru bagi dirinya. Sebelum bergabung di Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Faisal pernah sekitar tujuh tahun menangani urusan pariwisata saat masih bertugas di Pemerintah Kota Samarinda.
“Kalau saya senang saja di pariwisata. Waktu di Pemkot Samarinda saya tujuh tahun mengurus bidang ini. Jadi bisa dibilang kembali ke dasar,” tuturnya.
Meski memiliki pengalaman, Faisal mengaku tidak ingin terburu-buru menyusun kebijakan baru. Ia memilih mempelajari program-program yang telah berjalan di Dinas Pariwisata agar pembangunan dapat berlanjut tanpa terputus akibat pergantian pimpinan.
“Saya ingin mempelajari dulu apa saja yang sudah dikerjakan oleh pejabat sebelumnya maupun senior-senior di Dinas Pariwisata. Setelah itu baru kita lihat apa yang bisa dikembangkan supaya hasilnya lebih baik,” jelasnya.
Menurut Faisal, tugas di Dinas Pariwisata memiliki banyak kesamaan dengan pekerjaannya selama memimpin Diskominfo. Keduanya sama-sama membutuhkan kemampuan membangun komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta mempublikasikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat.
“Kalau soal publikasi sebenarnya hampir sama. Yang membedakan hanya bidangnya,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Faisal kembali menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan siklus yang lazim dalam birokrasi pemerintahan. Ia pun mengibaratkannya seperti pergantian kepemimpinan melalui pemilihan kepala daerah yang berlangsung setiap lima tahun.
“Memang harus berganti. Kalau sudah lima tahun ya waktunya pindah. Sama seperti pilkada, lima tahun ya pilkada lagi,” pungkasnya. (iN)


