SAMARINDA, sudutkata.com – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam dunia politik. Ajakan itu disampaikan sebagai bagian dari upaya memperkuat partisipasi anak muda dalam menentukan arah pembangunan daerah dan nasional menjelang tahapan Pemilihan Umum mendatang.
Ketua DPW PSI Kaltim, Andi Wijaya, mengatakan partai ini sejak awal berdiri berupaya memberikan ruang yang luas bagi kalangan muda untuk menyampaikan gagasan, berorganisasi, hingga terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik.
Menurut dia, politik tidak lagi dapat dipisahkan dari kehidupan generasi muda karena berbagai kebijakan yang dihasilkan akan berpengaruh langsung terhadap masa depan mereka, mulai dari sektor pendidikan, lapangan kerja, ekonomi kreatif, hingga pembangunan daerah.
“PSI hadir sebagai rumah besar bagi anak-anak muda yang memiliki semangat perubahan, integritas, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa saja yang ingin berkontribusi membangun Indonesia, khususnya Kalimantan Timur,” kata Andi, Sabtu.
Andi menilai keterlibatan generasi muda dalam politik menjadi kebutuhan untuk menghadirkan kebijakan yang lebih inovatif dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman, termasuk di era digital yang terus berubah dengan cepat.
Menurut dia, semakin banyak anak muda yang terlibat dalam proses politik, semakin besar pula peluang lahirnya kebijakan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Selain mendorong partisipasi generasi muda, Andi juga menyinggung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di Kalimantan Timur. Ia menilai proyek tersebut membuka peluang besar bagi masyarakat daerah, terutama kalangan muda, untuk mengambil peran dalam pembangunan nasional.
Ia menyebut penetapan IKN sebagai salah satu momentum penting yang dapat mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kaltim.
“IKN bukan hanya perpindahan pusat pemerintahan, tetapi juga simbol pemerataan pembangunan Indonesia. Kebijakan tersebut menjadi salah satu warisan penting yang memberikan kesempatan besar bagi masyarakat Kalimantan Timur untuk berkembang, baik dari sisi ekonomi, investasi, pendidikan, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Menurut Andi, berbagai peluang yang hadir melalui pembangunan IKN harus disambut dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi sumber daya manusia agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku utama pembangunan.
Karena itu, PSI Kaltim berkomitmen menyiapkan kader-kader muda yang dinilai mampu mengawal pembangunan sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
Di sisi lain, partai tersebut juga mulai mempersiapkan agenda konsolidasi organisasi yang akan melibatkan jajaran pengurus dari tingkat wilayah hingga kabupaten dan kota.
Konsolidasi itu, kata Andi, bertujuan memperkuat soliditas internal partai, menyusun strategi menghadapi agenda politik nasional, serta menyamakan langkah seluruh kader menjelang tahapan Pemilu.
Ia mengatakan kegiatan tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai momentum memperluas rekrutmen anggota baru dari berbagai kalangan, mulai mahasiswa, komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga masyarakat umum yang memiliki minat terhadap dunia politik.
“Kami ingin memastikan seluruh struktur partai bergerak dalam satu visi dan satu semangat menghadapi Pemilu,” kata Andi.
Melalui agenda konsolidasi tersebut, PSI Kalimantan Timur berharap semakin banyak generasi muda terlibat dalam politik dan proses pembangunan.
“Dengan rencana konsolidasi ini juga menjadi momentum untuk mengajak lebih banyak anak muda bergabung bersama PSI, karena masa depan politik Indonesia membutuhkan energi, kreativitas, dan keberanian generasi muda,” pungkas Andi. (*)



