SAMARINDA, sudutkata.com – Peran pemuda dalam pembangunan daerah tidak hanya dibutuhkan di sektor pendidikan maupun ekonomi. Keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan sosial juga dinilai memiliki kontribusi besar dalam membangun masyarakat yang lebih peduli, solid, dan berdaya.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Samri Shaputra, mengatakan pemuda harus mengambil peran aktif dalam menjawab berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar. Menurut dia, generasi muda memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan melalui aksi-aksi nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton terhadap berbagai persoalan yang terjadi di sekitarnya. Mereka harus hadir dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat,” kata Samri, Sabtu.
Menurut dia, keterlibatan dalam kegiatan sosial bukan hanya berdampak bagi masyarakat yang menerima manfaat, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter bagi generasi muda. Melalui aktivitas sosial, pemuda dapat belajar mengenai kepedulian, tanggung jawab, dan pentingnya kerja sama.
“Ketika pemuda terlibat langsung dalam kegiatan sosial, mereka belajar memahami kondisi masyarakat secara nyata. Dari situ tumbuh rasa empati, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar,” ujarnya.
Samri menilai semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari budaya bangsa perlu terus ditanamkan kepada generasi muda. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat, nilai-nilai kebersamaan dinilai tidak boleh luntur.
“Semangat gotong royong harus terus dijaga. Pemuda perlu dibiasakan untuk bekerja bersama, membantu sesama, dan memiliki kepekaan terhadap persoalan yang terjadi di lingkungannya. Nilai-nilai seperti ini sangat penting untuk membangun masyarakat yang kuat,” katanya.
Ia menambahkan, pemuda memiliki modal besar berupa energi, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Potensi tersebut, menurutnya, harus diarahkan pada kegiatan yang produktif dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Samri mengatakan berbagai organisasi kepemudaan dapat menjadi wadah strategis untuk mengembangkan kapasitas generasi muda sekaligus menumbuhkan jiwa kepemimpinan. Melalui organisasi, pemuda dapat belajar berkolaborasi, mengelola program, hingga membangun jaringan yang bermanfaat bagi pengembangan diri.
Karena itu, ia berharap organisasi kepemudaan di Samarinda terus tumbuh dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah.
“Organisasi kepemudaan harus terus diperkuat karena menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, berkreasi, dan mengembangkan potensinya. Jika wadahnya kuat, maka akan lahir pemuda-pemuda yang mampu memberikan kontribusi besar bagi daerah,” ujarnya.
Menurut Samri, pembangunan daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda, menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan Kota Samarinda.
Ia optimistis generasi muda Samarinda memiliki kapasitas untuk menjadi motor penggerak pembangunan di berbagai bidang apabila diberikan ruang, kesempatan, dan pembinaan yang memadai.
“Pemuda adalah aset masa depan daerah. Dengan dukungan yang tepat, saya yakin mereka mampu menjadi penggerak perubahan dan ikut menentukan arah pembangunan Samarinda ke depan,” kata Samri. (In)



