Isu Konspirasi Demo 215 Viral, Ketua Jaga Rakyat Kaltim: Itu Fitnah dan Hoaks

dsg.sk
SAMARINDA, sudutkata.com – Ketua DPP Jentera Aspirasi Garda (Jaga) Rakyat Kalimantan Timur, H. Mugeni, membantah keras tudingan adanya konspirasi antara organisasi yang dipimpinnya dengan Wakil Gubernur Kalimantan Timur, H. Seno Aji, terkait aksi demonstrasi “215” yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurut Mugeni, narasi yang beredar melalui salah satu akun Instagram tersebut merupakan hoaks yang menggiring opini publik dan mencemarkan nama baik organisasi maupun pembina Jaga Rakyat Kaltim.
“Sebagai Ketua Umum DPP Jaga Rakyat Kaltim, saya sangat kaget ketika organisasi kami diviralkan seolah-olah terlibat dalam aksi 214 dan 215. Padahal itu tidak benar sama sekali,” ujar Mugeni, Senin, 25 Mei 2026.
Ia menjelaskan, foto yang dipersoalkan dalam unggahan media sosial itu merupakan dokumentasi silaturahmi yang berlangsung sekitar empat bulan lalu. Pertemuan tersebut, kata dia, tidak berkaitan dengan agenda demonstrasi ataupun kepentingan politik tertentu.
Mugeni menyebut kedatangan rombongan Jaga Rakyat Kaltim saat itu dipimpin tokoh masyarakat Kaltim, H. Berkati, untuk membahas persoalan Rumah Sakit Islam Samarinda bersama Wakil Gubernur Kaltim.
“Jaga Kaltim datang ke rumah jabatan Pak Wagub dalam rangka menemani Pak H. Berkati untuk urusan Rumah Sakit Islam dan tidak ada masalah lain,” katanya.
Ia menegaskan, H. Seno Aji memang merupakan pembina organisasi Jaga Rakyat Kaltim sehingga pertemuan tersebut berlangsung secara terbuka dan biasa dilakukan sebagai bagian dari komunikasi organisasi.
“Ini murni kemaslahatan umat dan masyarakat, bukan urusan politik ataupun aksi demo seperti yang dituduhkan di media sosial,” ujar Mugeni.
Video yang viral baru-baru ini, menampilkan foto sejumlah tokoh bersama Wakil Gubernur Kaltim. Unggahan itu kemudian dikaitkan dengan aksi demonstrasi 215 dan memunculkan dugaan adanya skenario politik di balik aksi tersebut.
Mugeni menilai narasi yang dibangun dalam video itu sangat menyesatkan karena tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi.
Ia menegaskan, Jaga Rakyat Kaltim merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang selama ini berkomitmen mendukung jalannya pemerintahan daerah demi kepentingan masyarakat.
“Kami mendukung pemerintah berjalan baik untuk kesejahteraan masyarakat, pendidikan, dan persoalan sosial lainnya. Kami menjaga independensi organisasi,” katanya.
Mugeni juga membantah tudingan yang menyebut organisasinya ikut menggerakkan aksi demonstrasi tersebut. Ia memastikan tidak pernah ada koordinasi resmi terkait keterlibatan organisasi dalam aksi 214 maupun 215.
“Kalau memang Jaga Rakyat Kaltim ikut aksi 214 atau 215, pasti ada pemberitahuan kepada saya. Faktanya tidak ada sama sekali,” ujarnya.
Ia mengakui ada individu tertentu yang terlihat dalam aksi demonstrasi. Namun, menurut dia, yang bersangkutan hadir atas nama organisasi lain dan bukan mewakili Jaga Rakyat Kaltim.
“Kalau ada salah satu orang dalam foto itu ikut demo, itu di luar dari Jaga Rakyat Kaltim. Dia memakai organisasinya sendiri, bukan membawa nama Jaga,” katanya.
Atas unggahan yang viral tersebut, DPP Jaga Rakyat Kaltim meminta pengelola akun media sosial terkait segera memberikan klarifikasi terbuka dan menghapus tayangan yang dianggap mencemarkan nama organisasi.
“Kami minta segera klarifikasi ke publik dan jelaskan alasan penayangan itu. Jangan sampai mencemari nama organisasi,” ujar Mugeni.
Ia mengatakan pihaknya memberikan waktu selama 3×24 jam kepada akun tersebut untuk menghapus unggahan. Jika tidak dilakukan, organisasi akan mempertimbangkan langkah hukum.
“Kami beri waktu 3×24 jam untuk menghapus tayangan tersebut. Kalau kembali terulang, kami akan melakukan tindakan hukum,” kata Mugeni.
Di akhir pernyataannya, Mugeni mengimbau masyarakat agar lebih bijak menerima informasi di media sosial dan tidak mudah mempercayai narasi yang belum jelas kebenarannya.
“Jangan semua hal digoreng di media sosial hingga menjadi fitnah, karena itu merugikan banyak pihak,” punkasnya. (Mifa)
