Workshop Sawitsetara Dorong Media Bangun Narasi Berimbang Industri Sawit

SUDUTKATA.COM, MEDAN – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP) berkolaborasi dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Sumatera Utara menggelar workshop bertajuk “Membangun Narasi Berimbang Media Kelapa Sawit di Wilayah Terdampak Berbasis Mitigasi” pada 15–17 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Grand Central Medan, Sumatera Utara.

Workshop tersebut mempertemukan jurnalis, perwakilan perusahaan perkebunan, organisasi petani, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor sawit di wilayah Sumatera.

Forum ini dirancang sebagai ruang diskusi untuk memperkuat pemberitaan yang objektif, berimbang, dan berbasis data mengenai industri kelapa sawit.

Pimpinan Umum Sawitsetara.co, Eko Jaya Siallagan, mengatakan media memiliki posisi sentral dalam membentuk persepsi publik terhadap industri sawit. Menurut dia, di tengah sorotan isu lingkungan, sosial, dan tata kelola, media dituntut menyajikan informasi secara komprehensif.

“Workshop ini menjadi ruang dialog dan pembelajaran bersama antara media, pemangku kepentingan, dan pelaku industri. Kita ingin memperluas sudut pandang dalam melihat dinamika, tantangan, serta transformasi yang terus berlangsung di sektor kelapa sawit,” ujar Eko dalam keterangannya, Sabtu, 21 Februari 2026.

Ia menilai narasi publik mengenai sawit tidak seharusnya berhenti pada kontroversi semata. Industri, kata dia, juga melakukan berbagai upaya mitigasi risiko, pembenahan tata kelola, hingga penerapan prinsip keberlanjutan yang perlu diketahui masyarakat luas.

“Narasi tentang kelapa sawit harus ditempatkan dalam konteks yang utuh. Tidak hanya menyoroti persoalan, tetapi juga mengangkat praktik keberlanjutan, inovasi, dan langkah-langkah perbaikan yang terus dilakukan,” kata dia.

Eko menambahkan, pendekatan berbasis mitigasi menjadi kunci dalam membangun komunikasi yang sehat antara industri dan publik. Dengan informasi yang berimbang dan berbasis data, masyarakat diharapkan memahami kompleksitas sektor sawit secara lebih objektif.

“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi juga mitra strategis dalam membangun opini yang sehat dan berbasis data. Dengan komunikasi yang terbuka dan berimbang, kita dapat memperkecil kesenjangan informasi yang selama ini memicu kesalahpahaman,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Eko menyebut sedikitnya ada empat tujuan utama penyelenggaraan workshop tersebut. Pertama, mendorong terbentuknya narasi media yang lebih faktual dan konstruktif mengenai industri kelapa sawit, khususnya di Sumatera sebagai salah satu sentra utama perkebunan nasional.

Kedua, meningkatkan pemahaman media terhadap upaya mitigasi dan praktik tata kelola berkelanjutan yang telah diterapkan pelaku industri. Ketiga, memperkuat peran media sebagai mitra strategis dalam membangun opini publik yang edukatif dan solutif.

Keempat, menjembatani komunikasi antara pelaku industri, petani, pemerintah, dan masyarakat guna membangun kepercayaan serta memperkecil kesenjjangan informasi di wilayah terdampak.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta tidak hanya menerima materi teoritis, tetapi juga mengikuti diskusi interaktif, studi kasus, serta pemetaan isu-isu strategis yang berkembang di daerah perkebunan sawit. Forum dialog yang terbuka disebut menjadi ruang pertemuan beragam perspektif.

Dukungan BPDP dan kolaborasi dengan Apkasindo Sumut dinilai sebagai bentuk sinergi antara lembaga pengelola dana sawit, organisasi petani, dan insan pers. Sinergi tersebut dianggap penting untuk memastikan pembangunan sektor kelapa sawit berjalan selaras dengan prinsip transparansi dan keberlanjutan.

Di akhir kegiatan, Eko berharap forum serupa dapat digelar secara berkelanjutan di berbagai daerah sentra sawit lainnya.

“Kita ingin industri kelapa sawit dipahami secara lebih objektif sebagai sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional, sekaligus terus bertransformasi menuju praktik yang lebih berkelanjutan,” pungkas dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *