Sinergi Kelas Internasional: Poltekkes Kaltim Siapkan Karpet Merah Bagi Lulusan SMK Medika ke Jepang dan Jerman

​SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Ambisi Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mengirimkan tenaga kesehatan terampil ke kancah global semakin menemui titik terang. Kehadiran Direktur Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Kalimantan Timur (Poltekkes Kaltim), Dr. H. Andi Parellangi, S. Kep., Ners, M. Kep., M. H., dalam acara buka puasa bersama di SMK Medika Samarinda, Sabtu (28/2), menjadi sinyal kuat penguatan kerja sama strategis antara pendidikan menengah dan tinggi.

​Poltekkes Kaltim yang menaungi 5 jurusan dan 12 program studi, kini membidik lulusan SMK Medika untuk mengisi kuota Kelas Internasional, khususnya pada jurusan Keperawatan dan Kebidanan.

​”Kami memiliki visi yang sangat sinergis dengan SMK Medika. Rencananya, usai Lebaran nanti, kami akan meresmikan kerja sama melalui MoU untuk memastikan lulusan di sini bisa langsung menyambung pendidikan ke level perguruan tinggi,” ujar Andi Parellangi.

​Jembatan Menuju Karier Global
​Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah penyelarasan kurikulum internasional. Andi mengungkapkan bahwa SMK Medika telah memiliki cikal bakal yang kuat karena sudah memulai persiapan pengiriman lulusan ke Jepang.

​”Di Poltekkes, kami punya kelas internasional dengan negara tujuan Jepang dan Jerman. Karena di SMK Medika dasarnya sudah ada, maka akan sangat mudah bagi mereka untuk melanjutkan level pendidikannya di tempat kami guna memenuhi standar kompetensi di dua negara tersebut,” jelasnya.

​Saat ini, Poltekkes Kaltim beroperasi di tiga lokasi strategis yakni, Jalan Wolter Monginsidi (Keperawatan & Kebidanan), Jalan Kurnia Makmur (Direktorat & tiga jurusan lainnya), serta kampus di Balikpapan yang berdekatan dengan RSUD Kanujoso Djatiwibowo.

​Bukan tanpa alasan Poltekkes Kaltim melirik SMK Medika. Menurut Andi, daya serap lulusan sekolah ini di Poltekkes tergolong sangat tinggi dari tahun ke tahun, terutama di jurusan Keperawatan dan Teknik Laboratorium Medik (TLM).

​Ia menilai, SMK Medika berhasil membangun pondasi pendidikan yang komprehensif. Siswa tidak hanya ditempa secara akademik (hard skill), tetapi juga diperkuat dengan soft skill melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang masif.

​”Pendidikan tinggi itu butuh adaptasi cepat. Kami melihat siswa Medika punya pondasi itu. Di Poltekkes, kami juga membuka Jalur Prestasi. Jadi, bukan hanya nilai akademik, tapi prestasi non-akademik seperti olahraga, seni, hingga tahfidz Quran juga menjadi poin utama yang kami hargai,” terangnya.

​Dengan jumlah siswa mencapai 1.500 orang, Andi mengakui bahwa SMK Medika merupakan fenomena luar biasa bagi sekolah kejuruan kesehatan di Kaltim. Animo masyarakat yang tinggi ini dipandang sebagai peluang besar bagi perguruan tinggi negeri untuk mendapatkan input mahasiswa berkualitas.

​”SMK Medika ini luar biasa, pengembangannya sangat kuat dari sisi eksternal. Kami ingin bersinergi agar lulusan terbaik dari sini tidak terhenti langkahnya, melainkan terus naik level hingga menjadi tenaga medis profesional yang diakui dunia internasional,” pungkas Andi Parellangi. (Mifa)