Sekda Kaltim Tegaskan Penyesuaian Belanja Daerah Sesuai Realisasi Pendapatan

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud bersama Wakil Gubernur Seno Aji dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur Sri Wahyuni menghadiri kegiatan Briefing dan Penyampaian Target Kerja kepada Seluruh Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja yang digelar di Ruang Ruhui Rahayu, Lantai 1 Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Senin (9/2/2026).

Usai kegiatan tersebut, Sekda Kaltim Sri Wahyuni memberikan keterangan kepada awak media terkait kebijakan pengelolaan anggaran daerah. Ia menegaskan bahwa belanja daerah akan tetap mengacu pada kemampuan pendapatan sebagaimana tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Belanja kita harus berdasarkan pendapatan. Kalau ternyata pendapatan tidak terpenuhi, maka belanja juga harus disesuaikan. Prinsipnya tetap imbang,” ujarnya.

Terkait dukungan kepada kabupaten/kota, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Kaltim memberikan bantuan berdasarkan usulan daerah tanpa bentuk bantuan yang bersifat spesifik. Salah satu fokus utama dukungan tersebut adalah penanganan stunting.

“Kita mendukung melalui dinas kesehatan dan perangkat daerah terkait. Kita memiliki tim terpadu penanganan stunting yang membantu kabupaten/kota,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa ke depan akan dilakukan perbaikan sistem dan mekanisme penyaluran bantuan agar lebih efektif.

Pada kesempatan yang sama, Sri Wahyuni turut menyampaikan laporan penyaluran bantuan kemanusiaan melalui program Kaltim Peduli. Ia mengungkapkan bahwa bantuan terakhir telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sebesar Rp1,2 miliar.

“Total bantuan yang telah disalurkan yakni ke Aceh sekitar Rp3,9 miliar, Sumatera Barat Rp1,1 miliar, dan Sumatera Utara Rp1,2 miliar. Total keseluruhan mencapai Rp6,1 miliar,” ungkapnya.

Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaltim, perangkat daerah, pengusaha, perusahaan, serta seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam donasi Kaltim Peduli.

“Bantuan ini bukan hanya dari APBD, tetapi juga dari masyarakat Kaltim. Pemerintah daerah penerima bantuan juga mendoakan agar Kaltim terhindar dari bencana,” pungkasnya.

Sri Wahyuni menambahkan bahwa laporan donasi akan dipublikasikan secara rinci kepada publik. Setelah seluruh bantuan disalurkan, rekening donasi Kaltim Peduli akan ditutup dan akan dibuka kembali jika diperlukan di kemudian hari. (iN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *