Posko Lebaran Terminal Tipe B Lempake Mulai 13 Maret, Diprediksi Ramai Saat Libur Sekolah

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Pengelola Terminal Tipe B Lempake Samarinda mulai mempersiapkan layanan arus mudik Lebaran 2026 dengan membuka posko pengamanan dan pelayanan mulai H-7 hingga H+7 Lebaran.

Koordinator Terminal Tipe B Lempake, Suharyanto, mengatakan posko Lebaran rencananya mulai beroperasi pada 13 Maret 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga kelancaran arus mudik dan arus balik.

Koordinator Terminal Tipe B Lempake Samarinda, Suharyanto. Ft: iN/sudutkata

“Kalau untuk menjaga arus mudik, nanti ada posko Lebaran yang biasanya dimulai H-7 sampai H+7. Untuk tahun ini rencananya mulai 13 Maret 2026,” ujar Suharyanto saat ditemui di Kantor Terminal Lempake Samarinda, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, hingga saat ini aktivitas penumpang di terminal masih relatif normal karena libur sekolah belum dimulai. Peningkatan jumlah penumpang diperkirakan terjadi setelah masa liburan dimulai.

“Untuk sementara ini masih belum terlalu ramai karena sekolah masih masuk. Biasanya mulai ramai saat libur sekolah,” jelasnya.

Saat ini Terminal Lempake melayani dua rute utama, yakni Samarinda–Bontang dan Samarinda–Sangatta. Total armada bus yang tersedia mencapai 23 unit yang dioperasikan oleh empat perusahaan otobus (PO).

Untuk rute Bontang, operator yang melayani antara lain PO Bone Indah Jaya, PO Arafat, dan PO Sapulidi. Sementara untuk rute Sangatta, dilayani oleh PO Bone Indah Jaya, PO Arafat, PO Setia Mas, dan PO Putra Jaya.

Namun, jumlah armada yang berada di Terminal Lempake setiap hari tidak selalu sama karena sebagian bus juga beroperasi di terminal lain seperti Bontang dan Sangatta.

“Kalau normal totalnya sekitar 23 bus, tapi karena ada tiga terminal, biasanya di sini hanya sekitar 10 bus saja,” kata Suharyanto.

Dalam kondisi normal, keberangkatan bus dari Terminal Lempake berkisar empat hingga lima unit per hari. Namun saat puncak arus mudik, jumlah keberangkatan bisa meningkat hingga 10 bus per hari.

“Biasanya puncaknya satu sampai dua hari sebelum Lebaran. Saat itu bisa sampai 10 bus berangkat dalam sehari,” ungkapnya.

Sementara untuk arus balik, Terminal Lempake umumnya mulai kembali ramai pada hari kedua hingga ketiga Lebaran.
“Kalau hari pertama Lebaran biasanya sepi, baru hari kedua mulai ada penumpang,” jelasnya.

Pemberangkatan bus dari Terminal Lempake dimulai sejak pukul 08.05 WITA dengan interval jadwal sekitar 25 menit sekali. Namun keberangkatan juga menyesuaikan kesiapan armada dari masing-masing perusahaan otobus.

Untuk tarif, saat ini masih belum mengalami perubahan. Harga tiket rute Samarinda–Bontang sebesar Rp50 ribu untuk bus AC dan Rp40 ribu untuk non-AC. Sementara rute Samarinda–Sangatta dikenakan tarif sekitar Rp70 ribu.

“Kalau yang non-AC sekarang jarang jalan karena armadanya hanya dua unit dan kebanyakan penumpang lebih memilih bus AC,” tambahnya.

Suharyanto juga mengakui minat masyarakat menggunakan transportasi umum saat ini menurun dibanding beberapa tahun lalu. Hal ini dipengaruhi meningkatnya penggunaan kendaraan pribadi serta layanan travel yang menawarkan fasilitas lebih nyaman.

“Sekarang orang lebih banyak pakai kendaraan pribadi atau travel. Jadi penumpang bus tidak sebanyak dulu,” katanya.

Meski begitu, pihak terminal tetap memastikan seluruh armada yang beroperasi dalam kondisi siap dan tidak digunakan untuk keperluan lain selama periode mudik Lebaran.

“Kami sudah menyampaikan ke semua PO agar armada yang ada di terminal tetap disiapkan untuk melayani penumpang selama arus mudik,” pungkasnya. (iN)