PHSS Tutup Program CSR 2024, 80 Persen Balita di Anggana Alami Perbaikan Gizi

KUKAR, SUDUTKATA.COM – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) menutup rangkaian program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) tahun 2024 di Kecamatan Anggana dengan menggelar sosialisasi pencegahan stunting sekaligus menyalurkan makanan tambahan bagi balita. Kegiatan yang berlangsung di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Kutai Lama, Selasa (30/9/2025), melibatkan puskesmas, pemerintah kecamatan, perangkat desa, tenaga kesehatan, serta perwakilan tiga posyandu.
Sebanyak 111 balita menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal dan Pemberian Makanan Bergizi (PMB). Mereka berasal dari tiga kategori anak bermasalah gizi, yakni balita gizi kurang, balita dengan berat badan kurang, dan balita yang tidak mengalami kenaikan berat badan. Program yang berjalan sejak 5 Mei hingga 29 Juni 2025 itu menunjukkan hasil positif. Berdasarkan evaluasi Puskesmas Sungai Meriam, mayoritas balita mengalami perbaikan status gizi, bahkan mencapai lebih dari 80 persen di setiap kategori.
Manager PHSS Field, Widhiarto Imam Subarkah, menegaskan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen perusahaan mendukung kesehatan generasi muda. Ia menyebut keberhasilan program CSR PHSS lahir dari kolaborasi dengan pemerintah, puskesmas, hingga kader posyandu di tingkat desa.
Selain penyaluran bantuan gizi, kegiatan juga diisi dengan sesi sosialisasi bertema Parenting Efektif Cegah Stunting yang disampaikan dr. Bangkit Putrawan. Ia menekankan pentingnya perhatian sejak kehamilan hingga 1.000 hari pertama kehidupan anak, termasuk pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, imunisasi lengkap, dan pola asuh yang sehat.
Apresiasi datang dari Satgas Stunting Kecamatan Anggana melalui drg. Isyana Duli yang menyebut kegiatan ini sangat membantu orang tua dalam memahami pola asuh dan gizi anak. Dukungan serupa juga mengalir dari warga. Salah satunya Tarisah, orang tua penerima manfaat, yang mengaku terbantu dengan program ini.
“Terima kasih kepada PHSS yang sudah peduli. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang anak kami,” ucapnya.
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, angka stunting di Kukar turun menjadi 14,3 persen, lebih baik dibanding tahun 2023 yang masih berada di angka 18,13 persen. Penurunan ini sejalan dengan target nasional sesuai Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
