PEP Zona 9 Optimalkan Lapangan Tua, Produksi Gas Capai 8 Juta Standar Kaki Kubik di Kaltim

KUKAR, SUDUTKATA.COM – PT Pertamina EP (PEP) Sangasanga Field dan PEP Sangatta Field mencatatkan kinerja penjualan gas yang melampaui target setelah berhasil menyalurkan gas sebesar 8,019 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) ke PLN Tanjung Batu, Kutai Kartanegara.
Komersialisasi gas ini dilakukan melalui Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) yang resmi berjalan pada 22 September 2025, dan memberikan tambahan pendapatan rata-rata sekitar Rp3,9 miliar per bulan di atas target penjualan yang telah ditetapkan.
Capaian ini turut memperkuat kontribusi Pertamina EP Zona 9, yang berada di bawah koordinasi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), dalam mendukung ketahanan energi nasional dan efisiensi distribusi gas di Kalimantan Timur.
Keberhasilan penyaluran gas ke PLN Tanjung Batu ini didukung oleh penerapan Facility Sharing Agreement (FSA) antara PEP Sangasanga Field, PEP Sangatta Field, dan PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Melalui skema kerja sama tersebut, gas dapat dialirkan menggunakan fasilitas eksisting tanpa perlu membangun jalur pipa baru, sehingga efisien dari sisi biaya dan waktu.
“Kerja keras dan kerja cerdas mengubah sesuatu yang awalnya dianggap tidak mungkin menjadi kenyataan. Terobosan ini menjadi inspirasi sekaligus motivasi untuk terus optimis dalam menghadapi tantangan lapangan mature,” ujar Ade Lukman, Manager Subsurface Development Area (SDA) 2 Zona 9, Kamis, 30 Oktober 2025.
Tahun 2025 menjadi momentum penting dengan dimulainya komersialisasi gas dari Lapangan Anggana dan South Kutai Lama di PEP Sangasanga Field, yang dipadukan dengan optimalisasi produksi di PEP Sangatta Field.
Selain itu, pemasangan Booster Compressor Very Low Pressure (VLP) di daerah Binangat berhasil mendorong peningkatan tekanan gas dari Lapangan Sambutan, sehingga penjualan gas mencapai lebih dari 150 persen dari target awal.
“Booster Compressor ini menjadi tonggak penting dalam mengoptimalkan kembali potensi lapangan tua dan mendukung efisiensi operasi,” imbuh Ade.
Sementara itu, Senior Manager Subsurface Development & Planning, Supriady, menjelaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil strategi berkelanjutan yang sejalan dengan komitmen Subholding Upstream Pertamina dalam mendorong inovasi eksplorasi dan produksi.
“Kami terus berinvestasi untuk menemukan sumber daya baru dan menambah cadangan gas demi menjaga keberlanjutan energi nasional,” jelasnya.
Gas yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan bahan bakar operasional kini dimanfaatkan secara komersial, memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung target pemerintah dalam Asta Cita swasembada energi nasional.
