Menepis Banjir dengan Prestasi: SMK Medika Samarinda Jadi Kiblat Program ‘Gratis Pol’ di Kaltim

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Di tengah bayang-bayang genangan banjir yang kerap melanda kawasan Utara Samarinda, SMK Medika Samarinda justru tampil sebagai mercusuar pendidikan Kalimantan Timur (Kaltim). Sekolah yang berlokasi Jalan. Padat Karya 46C, Bengkuring Luar, Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, ini membuktikan bahwa kualitas manajemen dan keberpihakan pada rakyat mampu melampaui hambatan geografis.
Momentum bulan suci Ramadan menjadi saksi kehangatan keluarga besar SMK Medika. Pada Sabtu 28 februari 2026 pihak sekolah menggelar buka puasa bersama yang melibatkan guru, staf, hingga warga sekitar.

Menariknya, seluruh hidangan mulai dari kue-kue hingga ayam bakar diolah langsung oleh tangan para guru sebagai simbol keberkahan dan kebersamaan.
”Ini adalah wujud rasa syukur kami. Meskipun berada di pojok utara yang dikenal daerah banjir, SMK Medika tetap eksis sebagai salah satu sekolah terbesar di Kaltim,” ujar Kepala SMK Medika Samarinda usai kegiatan tersebut.
Di tengah perbincangan publik mengenai efektivitas kebijakan pendidikan, SMK Medika muncul sebagai bukti nyata keberhasilan program “Gratis Pol” yang diusung pasangan Rudy-Seno. Sekolah ini telah menerapkan konsep pendidikan tanpa biaya bahkan sebelum program tersebut menjadi kebijakan resmi pemerintah provinsi.
Dukungan Pemprov Kaltim semakin memperkuat komitmen ini dengan pemberian bantuan atribut sekolah mulai dari seragam putih abu-abu, sepatu, dasi, hingga topi secara cuma-cuma kepada siswa.
”Kami adalah percontohan. Jika ada anggapan sekolah swasta tidak bisa gratis karena banyak pertimbangan biaya, Medika membuktikan itu bisa dilakukan dan tetap eksis hingga sekarang,” tegasnya.
Ekspansi Menuju 2.000 Siswa
Kepercayaan masyarakat yang tinggi mendorong sekolah ini untuk terus bersolek. Saat ini, SMK Medika tengah mempersiapkan pembangunan gedung baru di atas lahan yang telah dibebaskan tepat di samping gedung lama.
Rencana pengembangan infrastruktur ini akan diajukan ke Pemerintah Provinsi pada tahun 2026. Tujuannya ambisius, meningkatkan kapasitas tampung dari 1.500 siswa menjadi 2.000 siswa demi menyerap lebih banyak putra-putri daerah dalam sistem pendidikan berkualitas.
Kualitas Proses dan Ekspansi Internasional
Bagi manajemen SMK Medika, kehebatan sebuah sekolah tidak hanya diukur dari megahnya bangunan, melainkan pada proses pendidikan yang dijalankan oleh guru-guru yang disiplin dan jujur. Dengan menerapkan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM), sekolah ini berhasil menciptakan ekosistem belajar yang diminati meski berada di lingkungan rawan banjir.
Tak hanya di dalam negeri, jejaring lulusan SMK Medika kini mulai merambah pasar kerja global. Saat ini, sejumlah siswa tengah menjalani pelatihan intensif selama 5 hingga 7 bulan sebagai persiapan untuk dikirim ke PT Nagomi di Jepang.
Di level pendidikan tinggi, SMK Medika juga telah memperkuat sinergi melalui MoU dengan Politeknik Negeri Kesehatan. Kerja sama ini tidak hanya membuka jalan bagi alumni untuk melanjutkan studi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para guru lulusan D3 untuk menempuh jenjang S1.
”Kami ingin SMK Medika bukan hanya milik yayasan, tapi milik warga. Kami mohon doa restu agar tetap konsisten mencetak alumni yang mandiri, mampu berwirausaha, dan diterima di industri global,” tutupnya. (Mifa)
