Mantan Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Kaltim, Hj Meiliana Meninggal Dunia, Viktor Yuan Kenang Jejak Panjangnya di Birokrasi

SAMARINDA, SUDUTKATA.COM – Kabar wafatnya Hj. Meiliana binti H. Muhammad Adnan Sabirin pada Selasa, 7 April 2026, menyisakan duka mendalam di Kota Samarinda. Almarhumah dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 Wita di rumah duka kawasan CarpoteK Blok GG.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan, termasuk Anggota DPRD Kota Samarinda, Viktor Yuan. Ia menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya sosok yang dikenal memiliki dedikasi panjang di lingkungan birokrasi Kalimantan Timur.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun. Saya turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya ibu Hj. Meiliana,” ujar Viktor, Selasa malam.
Menurut Viktor, almarhumah bukan hanya dikenal sebagai birokrat senior, tetapi juga figur perempuan yang berhasil menorehkan sejarah di pemerintahan daerah. Ia menyebut kepergian Meiliana menjadi kehilangan bagi banyak pihak, terutama di lingkup pemerintahan.
Sepanjang perjalanan kariernya, Meiliana yang akrab disapa Bu Mei memiliki rekam jejak panjang sejak awal mengabdi sebagai tenaga honorer proyek di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim pada 1985. Dari sana, ia kemudian diangkat menjadi calon pegawai negeri sipil hingga resmi menjadi PNS di instansi yang sama.
Kariernya terus menanjak. Ia sempat dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, mulai dari Penjabat Kepala Subbagian Tamu Pemprov Kaltim, Kepala Bagian Protokol, hingga Kepala Bagian Penerangan, Publikasi, dan Dokumentasi di Biro Humas.
Tak hanya itu, Meiliana juga pernah memimpin sebagai Kepala Pusat Kajian, Pelatihan, dan Pendidikan Aparatur di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda. Pengalaman tersebut memperkuat kapasitasnya dalam bidang pemerintahan dan pengembangan sumber daya aparatur.
Pada 2014, ia ditunjuk sebagai Asisten Administrasi Umum Sekretariat Provinsi Kalimantan Timur. Setahun berselang, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Penjabat Wali Kota Samarinda pada periode 2015 hingga 2016.
Selepas itu, Meiliana kembali ke lingkup Pemerintah Provinsi Kaltim dengan menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekprov Kaltim. Puncak kariernya tercapai saat ia dipercaya menjadi Penjabat Sekretaris Provinsi Kalimantan Timur menjadikannya perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut.
Penunjukan itu terjadi setelah pejabat sebelumnya mengundurkan diri untuk mengikuti kontestasi politik pada Pemilihan Gubernur Kalimantan Timur 2018.
Viktor menilai, kiprah panjang Meiliana di birokrasi menunjukkan dedikasi dan komitmen yang kuat terhadap pelayanan publik. Ia berharap jejak pengabdian almarhumah dapat menjadi teladan, khususnya bagi generasi aparatur sipil negara.
“Semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Viktor.
Hingga Selasa malam, doa dan ungkapan duka terus mengalir dari berbagai pihak. Kepergian Hj. Meiliana tak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan pemerintahan yang pernah merasakan kiprahnya. (MIFA)
