Ketua Umum DAD Kaltim: Pembangunan Samarinda Harus Sejalan dengan Nilai Budaya dan Lingkungan

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Ketua Umum Dewan Adat Dayak (DAD) Kalimantan Timur, H. Viktor Yuan, mengingatkan bahwa pembangunan Kota Samarinda ke depan harus berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya, kearifan lokal, dan keberlanjutan lingkungan hidup.
Hal itu disampaikan Viktor dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-358 Kota Samarinda dan HUT Pemerintah Kota Samarinda ke-66. Ia menilai, usia panjang Samarinda mencerminkan kekuatan sejarah, budaya, dan keberagaman masyarakat yang telah membentuk identitas kota hingga hari ini.

“Samarinda telah berkembang menjadi pusat ekonomi, pendidikan, dan jasa di Kalimantan Timur, serta memiliki posisi strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara. Namun, kemajuan ini harus tetap berpijak pada nilai-nilai lokal dan keberlanjutan lingkungan,” kata Viktor, di konfirmasi via WhatsApp Rabu, 21 Januari 2026.
Sebagai Ketua Umum DAD Kaltim, Viktor menekankan pentingnya memastikan bahwa pembangunan tidak menggerus identitas budaya masyarakat adat dan tidak menimbulkan ketimpangan sosial. Menurut dia, pemerataan pembangunan antarwilayah harus menjadi prioritas agar seluruh lapisan masyarakat merasakan manfaat pertumbuhan kota.
Ia juga menyoroti persoalan banjir dan penataan lingkungan yang masih menjadi tantangan utama Samarinda. Viktor menilai, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan teknis semata, tetapi membutuhkan kesadaran kolektif dan kebijakan yang berpihak pada kelestarian alam.
“Pembangunan yang mengabaikan lingkungan pada akhirnya akan merugikan masyarakat itu sendiri. Karena itu, prinsip keberlanjutan harus menjadi fondasi utama,” ujarnya.
Viktor menambahkan, penguatan ekonomi rakyat dan UMKM juga harus selaras dengan pemberdayaan masyarakat lokal, termasuk komunitas adat yang selama ini menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Samarinda.
Ia berharap Pemerintah Kota Samarinda ke depan semakin terbuka terhadap dialog dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk lembaga adat, dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Dengan melibatkan semua pihak, kita bisa memastikan Samarinda tumbuh sebagai kota yang maju, layak huni, sekaligus menjaga jati diri dan warisan budayanya,” kata Viktor.
Terakhir, Viktor menyampaikan harapan agar Kota Samarinda di usia ke-358 semakin kokoh sebagai kota yang inklusif, berkeadilan, dan membanggakan bagi seluruh warganya. (Mifa)
