Ketua HMP Kaltim Terpilih Prioritaskan Pembentukan Pengurus dan Jaringan Nasional

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Ketua Himpunan Masyarakat Parepare (HMP) Kalimantan Timur terpilih, H. Andi Saharuddin, menegaskan komitmennya memperkuat struktur organisasi dan memperluas jaringan kelembagaan hingga tingkat nasional. Hal itu ia sampaikan usai terpilih dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) II HMP Kaltim di Ballroom Hotel Aston Samarinda, Sabtu, 14 Februari 2026.
Seusai kegiatan, Andi Saharuddin mengatakan langkah jangka pendek yang akan segera dilakukan adalah membentuk kepengurusan definitif. Menurut dia, pembentukan struktur organisasi menjadi prioritas agar program kerja dapat dijalankan secara sistematis.
“Yang pertama adalah membentuk komposisi kepengurusan. Itu yang paling urgen karena tanpa kepengurusan organisasi ini tidak jalan,” ujarnya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, kepengurusan yang lengkap diperlukan sebagai dasar menjalankan berbagai program organisasi, baik di bidang sosial, budaya, maupun penguatan jaringan komunitas.
Selain itu, HMP Kaltim juga akan mempersiapkan diri menghadapi Muswil ke-9 Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Menurut Andi, terdapat aturan baru yang mengharuskan organisasi pilar memiliki struktur di tingkat pusat.
“Andaikan aturan terbaru itu, setiap pilar harus punya organisasi di pusat, yakni di Jakarta. Karena HMP selama ini tumbuh di Kalimantan Timur, maka kami akan berusaha ke Jakarta untuk membentuk HMP pusat,” katanya.
Ia menyebut langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan jaringan warga Parepare yang berada di ibu kota. Menurut dia, pembentukan kepengurusan pusat penting agar HMP memiliki legitimasi struktural secara nasional.
Dengan adanya struktur pusat, organisasi dinilai dapat berperan lebih luas dalam forum paguyuban masyarakat Sulawesi Selatan.
Selain konsolidasi struktur, Andi juga menyoroti perlunya pembenahan administrasi organisasi. Ia mengatakan pihaknya akan menelusuri kembali dokumen legalitas seperti akta pendirian dan pencatatan di instansi terkait.
Menurut dia, dokumen tersebut sempat tidak terlacak sejak masa pandemi, sehingga perlu segera diperoleh kembali salinannya.
“Akte sebenarnya ada karena AD/ART-nya sudah ada. Hanya saja dokumennya belum ditemukan. Nanti kami akan meminta salinan, agar administrasi organisasi bisa dilengkapi,” tuturnya.
Andi menilai HMP Kaltim berpotensi menjadi pelopor pembentukan HMP tingkat pusat. Ia menjelaskan, sebelumnya komunitas Parepare tergabung dalam struktur pilar bersama beberapa daerah lain.
Namun, daerah-daerah tersebut kemudian membentuk organisasi masing-masing. Dalam konteks itu, HMP dinilai memiliki peluang memprakarsai pembentukan jaringan nasional warga Parepare.
Ia menargetkan pembentukan kepengurusan pusat dapat rampung sebelum Muswil KKSS yang direncanakan berlangsung pertengahan tahun.
“Minimal sebelum atau saat Ramadan harus sudah selesai di pusat untuk HMP-nya,” ujarnya.
Terkait tema Muswil, Andi mengatakan kegiatan tersebut mengusung semangat sinergi dan kolaborasi untuk kemajuan bersama. Tema itu, menurut dia, menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan silaturahmi antaranggota sebagai fondasi organisasi.
Ia menambahkan, tema dialog publik “Merawat Warisan, Menata Masa Depan” mencerminkan komitmen menjaga nilai-nilai leluhur sekaligus menata tata kelola organisasi secara profesional.
Menurut Andi, organisasi yang tidak dikelola dengan baik berisiko melemah bahkan berhenti beraktivitas.
Muswil II HMP Kaltim, kata dia, menjadi momentum konsolidasi warga Parepare perantauan di Kalimantan Timur. Forum tersebut sekaligus menandai arah baru organisasi menuju struktur yang lebih solid, adaptif, dan berjejaring nasional. (Mifa)
