Gubernur Kaltim Kembalikan Kendaraan Dinas, Tekankan Efisiensi Usai Salat Idulfitri di Islamic Center Samarinda

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud ditemani Sekda, Sri Wahyuni dan ketua TAGUPP Kaltim Irianto Lambrie setelah melakukan shalat IED di Masjid Islamic Center Samarinda. Ft: iN/sudutkata.com
SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur menegaskan komitmennya terhadap efisiensi anggaran dengan mengembalikan kendaraan dinas kepada pemerintah daerah. Hal itu disampaikan usai melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 H di Masjid Islamic Center Samarinda, Sabtu (21/3/2026).
Dalam doorstop bersama awak media, Gubernur mengawali dengan ucapan Idulfitri kepada masyarakat.
“Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Selamat Idulfitri 1447 Hijriah, mari kita mulai dari nol kembali,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Kalimantan Timur yang terus memberikan masukan dan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur yang terus mengingatkan kami,” katanya.
Gubernur menjelaskan bahwa kebijakan pengembalian kendaraan dinas merupakan bagian dari tindak lanjut arahan pemerintah pusat terkait pentingnya efisiensi anggaran.
“Berkaitan dengan statement Bapak Presiden, tentu mengingatkan seluruh kepala daerah bahwa efisiensi sangat penting,” tegasnya.
Ia mengungkapkan bahwa proses pengembalian kendaraan telah dilakukan sejak awal Maret.
“Tanggal 2 Maret kami sudah mengembalikan mobil, dan administrasinya selesai pada 11 Maret,” jelasnya.
Menurutnya, langkah tersebut diambil agar anggaran dapat dialihkan untuk program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan lebih bermanfaat untuk pembangunan, terutama standar pelayanan minimum seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur, serta kegiatan sosial lainnya,” ungkapnya.
Meski tanpa kendaraan dinas, Gubernur memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan lancar dengan memanfaatkan kendaraan yang ada maupun kendaraan pribadi.
“Untuk kegiatan lapangan kami menggunakan mobil pribadi. Aman, tidak ada masalah,” ujarnya.
Ia juga menilai penggunaan kendaraan pribadi memberinya kesempatan untuk lebih dekat melihat kondisi riil di lapangan.
“Dengan begitu kita bisa melihat langsung situasi dan apa yang harus segera dibenahi,” tambahnya.
Terkait koordinasi dengan pemerintah pusat, Gubernur memastikan pihaknya telah melaporkan langkah tersebut.
“Sudah kami sampaikan kepada Wamen Mendagri bahwa kendaraan dinas telah dikembalikan, dengan administrasi selesai 11 Maret,” katanya.
Menutup pernyataannya, Gubernur kembali menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat serta membuka ruang kritik dan saran.
“Kami mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Kami sangat mendengarkan kritik dan saran,” tuturnya.
Usai kegiatan tersebut, Gubernur dijadwalkan melanjutkan agenda sosial dengan mengunjungi panti jompo dalam rangka perayaan Idulfitri. (iN)
