Bupati Kukar Tinjau Banjir Kembang Janggut, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

KUTAI KARTANEGARA — Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, meninjau langsung lokasi banjir yang melanda Kecamatan Kembang Janggut, Jumat, 16 Januari 2026. Kunjungan itu dilakukan untuk memantau penanganan banjir sekaligus memastikan bantuan bagi warga terdampak tersalurkan dengan tepat.

Aulia datang bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Ia didampingi Kapolres Kutai Kartanegara Ajun Komisaris Besar Polisi Khairul Basya, Komandan Kodim 0906/Kukar Letnan Kolonel Arm Benny Budiman, Sekretaris Daerah Kukar Sunggono, serta sejumlah anggota DPRD dan kepala organisasi perangkat daerah terkait.

Peninjauan dimulai dari Desa Genting Tanah, kemudian berlanjut ke Desa Loa Sakoh dan Desa Hambau. Di sejumlah titik, Aulia dan rombongan turun langsung menyusuri genangan air dengan berjalan kaki. Mereka berdialog dengan warga untuk mendengar kondisi di lapangan sekaligus menyerahkan bantuan kebutuhan pokok.

Menurut Aulia, kehadiran pemerintah di lokasi terdampak penting untuk memastikan warga tidak menghadapi musibah ini sendirian. “Kami ingin memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Aulia di sela peninjauan.

Bantuan yang disalurkan berasal dari sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, Polres Kukar, Kodim 0906/Kukar, DPRD, hingga Kementerian Sosial. Bantuan tersebut difokuskan pada kebutuhan dasar warga selama masa banjir.

Turut mendampingi dalam kunjungan itu Ketua Tim Penggerak PKK Kutai Kartanegara Andi Deezcha Aulia Rahman, Ketua Bhayangkari, serta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Kukar.

Camat Kembang Janggut, Suhartono, melaporkan bahwa banjir telah berlangsung selama empat hari terakhir. Sebanyak 11 desa terdampak akibat luapan sungai serta kiriman air dari wilayah hulu, khususnya Kecamatan Tabang.

Meski ketinggian air tergolong cukup tinggi, Suhartono menyebut aktivitas masyarakat masih dapat berjalan. “Kondisi warga relatif terkendali, meskipun beberapa akses dan permukiman tergenang,” kata dia.

Bagi sebagian warga pedalaman Mahakam, banjir tahunan ini bukan sepenuhnya dipandang sebagai bencana. Saat air mulai surut, ikan melimpah di sekitar permukiman dan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.

Namun demikian, Aulia mengingatkan warga untuk tetap waspada. Ia mengimbau masyarakat menjaga kesehatan dan keselamatan, serta memperkuat semangat gotong royong selama masa darurat.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, kata Aulia, akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Upaya penanganan darurat akan dilakukan hingga situasi kembali normal di seluruh wilayah terdampak.

Sumber : prokom kukar