SAMARINDA, sudutkata.com – Minimnya penerangan di taman bermain anak Perumahan Bengkuring Raya, Kelurahan Sempaja Timur, Samarinda Utara, menjadi perhatian Dewan Perwakilan Rakyaty Daerah (DPRD) Samarinda. Sejumlah lampu taman dilaporkan tidak berfungsi sehingga kawasan tersebut gelap saat malam hari.
Dari beberapa tiang lampu yang terpasang, hanya satu titik yang terlihat menyala. Itu pun dengan cahaya redup. Akibatnya, sejumlah fasilitas permainan, seperti ayunan dan perosotan, serta bangku pengunjung tidak mendapat penerangan memadai.
Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Maswedi, menilai kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan. Menurut dia, minimnya pencahayaan berpotensi membahayakan pengunjung, terutama anak-anak yang menggunakan fasilitas permainan.
Maswedi mengatakan, keberadaan taman bermain semestinya ditunjang fasilitas yang menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat. Pembangunan ruang publik, kata dia, tidak cukup hanya dengan menyediakan wahana permainan tanpa memastikan sarana pendukungnya berfungsi.
“Penerangan menjadi salah satu fasilitas penting,” ujar Maswedi, Selasa.
Dia mengingatkan, kondisi taman yang gelap dapat menyulitkan anak-anak mengenali lingkungan sekitar ketika bermain. Risiko kecelakaan pun meningkat, terutama jika aktivitas berlangsung hingga menjelang malam.
Persoalan penerangan, menurut Maswedi, juga berkaitan dengan aspek keamanan kawasan. Ruang publik dengan pencahayaan terbatas berpotensi menimbulkan kerawanan dan membuat masyarakat tidak nyaman beraktivitas.
Karena itu, dia meminta pemerintah tidak memandang lampu taman sebagai fasilitas pelengkap semata. Keberadaannya merupakan bagian penting dari pemenuhan standar kelayakan ruang publik.
Maswedi juga menekankan pentingnya perawatan fasilitas secara berkala. Pemerintah perlu memastikan seluruh sarana yang telah dibangun tetap berfungsi, termasuk segera memperbaiki lampu yang mengalami kerusakan.
“Pencegahan harus dilakukan sejak awal,” tegasnya.
Taman bermain di kawasan Bengkuring Raya tersebut menjadi salah satu ruang terbuka bagi warga untuk mengajak anak-anak bermain dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Namun, kondisi penerangan yang tidak memadai dikhawatirkan membatasi pemanfaatan fasilitas tersebut, terutama setelah hari mulai gelap.
Maswedi berharap pemerintah segera menindaklanjuti persoalan itu dengan memeriksa dan memperbaiki seluruh titik lampu yang tidak berfungsi. Dengan begitu, taman dapat kembali dimanfaatkan masyarakat tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap keselamatan maupun keamanan pengunjung. (*)



