KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Rencana pembangunan jembatan timbang di Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), memasuki tahap persiapan dokumen studi kelayakan atau feasibility study (FS).
Dari lima lokasi yang disurvei Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), tiga titik dinilai layak untuk ditindaklanjuti, tetapi pembangunan fisiknya belum dapat dilakukan sebelum tahapan perencanaan dan pembagian kewenangan diselesaikan.
Kepala Bidang Angkutan dan Lalu Lintas Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis, mengatakan pemerintah daerah merencanakan penyusunan dokumen FS sebagai langkah lanjutan. Pelaksanaannya masih bergantung pada ketersediaan anggaran, termasuk peluang alokasi melalui anggaran perubahan tahun ini.
“Tahun ini kita akan membuat dokumen FS-nya dulu. Karena ini perjalanan panjang juga. Kita juga melalui tahapannya, termasuk survei dari BPTD dalam hal ini kementerian karena ini adalah kewenangannya,” ujar Abdul Muis, Selasa (13/10/2026).
Tiga lokasi yang menjadi pertimbangan berada di depan Kantor Camat Teluk Pandan, di depan tambal ban sekitar tiga kilometer dari Simpang Tiga Bontang-Sangatta, serta di depan Gerbang Suka Rahmat sekitar satu kilometer dari simpang tersebut.
Penentuan titik turut mempertimbangkan kondisi geometrik jalan, jarak pandang, serta keamanan kendaraan saat memasuki area penimbangan. Lokasi dengan ruas relatif lurus dinilai lebih memungkinkan kendaraan memperlambat laju dibandingkan titik di tikungan tajam atau tanjakan dan turunan curam.
Dari sisi kewenangan, Pemkab Kutim bertanggung jawab menyiapkan lahan, sedangkan pembangunan fisik fasilitas berada di bawah pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Kutim hanya punya kewenangan itu adalah membebaskan lahan. Jadi, dari kementerian mereka yang membangun. Kutim pemerintah daerah dalam hal ini adalah menyiapkan lahan tapi yang membangun fisik adalah dari kementerian,” jelasnya.
Dishub Kutim berharap anggaran penyusunan FS dapat masuk dalam anggaran perubahan sehingga proses perencanaan bisa dilanjutkan.
“Mudah-mudahan anggaran perubahan ini sesuai dengan telaah staf juga kita lakukan kemarin, mudah-mudahan tahun ini di anggaran perubahan masuk dan kita akan melakukan itu,” katanya.
Abdul Muis menegaskan, fokus awal masih diarahkan ke Teluk Pandan karena ketiga titik tersebut berada di jalur masuk Kutim.
“Kita fokus ke Kecamatan Teluk Pandan. Tiga-tiganya yang pintu masuk,” pungkasnya. (adv/Kutim/Ra)


