KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Penurunan jumlah titik panas atau hotspot di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) belum sepenuhnya menghilangkan potensi kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutim mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan kondisi cuaca yang dapat memengaruhi perkembangan titik panas di wilayah tersebut.
Kepala BPBD Kutim, Sulastin, menjelaskan, berkurangnya titik panas saat ini berkaitan dengan kondisi matahari yang tertutup asap sehingga intensitas panas yang mencapai permukaan berkurang. Namun, situasi itu berpotensi berubah ketika sinar matahari kembali terik.
“Karena matahari tertutup dengan asap, sinarnya juga kurang panas sehingga hotspot-nya menurun,” ujar Sulastin, Selasa (13/10/26).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat penurunan hotspot perlu dicermati secara berkelanjutan. Masyarakat tidak boleh menganggap risiko kebakaran telah berakhir hanya karena jumlah titik panas sedang berkurang.
“Kalau matahari tembus lagi, hotspot akan panas lagi. Titik panasnya akan meninggi lagi,” katanya.
Selain memantau perkembangan titik panas, BPBD Kutim berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk membahas kondisi angin yang turut berdampak di wilayah Kalimantan Timur. Informasi cuaca tersebut menjadi salah satu bahan pemantauan dalam melihat perkembangan situasi kebakaran.
Sulastin menyebut kejadian kebakaran dan jumlah titik panas saat ini telah berkurang. Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan kondisi lingkungan, terutama ketika cuaca berubah dan kualitas udara belum membaik.
Ia juga mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan masker selama kondisi udara masih kurang sehat. Langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi paparan udara yang berpotensi mengganggu kesehatan.
BPBD Kutim mengingatkan bahwa perkembangan titik panas perlu terus dipantau seiring perubahan cuaca.
“Penurunan yang terjadi saat ini menjadi perkembangan positif, tetapi kewaspadaan tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya kembali titik panas,” tandasnya. (adv/Kutim/Ra)



