KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di desa untuk berperan lebih aktif dalam memberikan edukasi informasi kepada masyarakat.
Kepala Diskominfo Staper Kutim Ronny Bonar H. Siburian mengatakan, KIM dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah dalam membantu masyarakat memahami berbagai informasi, termasuk mengenai hoaks dan pemanfaatan teknologi.
“Memang kita butuh proses. Kami juga mencoba melalui Kelompok Informasi Masyarakat atau KIM yang ada di desa-desa,” kata Ronny,, saat diwawancarai di ruangan kerjanya.
Saat ini, keberadaan KIM disebut baru sekitar 31 kelompok dari total 139 desa di Kutim. Jumlah tersebut menjadi bagian dari proses pengembangan jaringan informasi masyarakat di tingkat desa.
Menurut Ronny, keberadaan KIM penting karena penyampaian informasi tidak hanya dilakukan melalui kanal pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat di tingkat lokal.
KIM diharapkan dapat membantu menyampaikan berbagai informasi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai informasi yang beredar.
“Ini kita coba sebagai perpanjangan tangan Kominfo untuk bisa memberikan penyampaian informasi tentang hoaks, tentang pemanfaatan teknologi, dan sebagainya,” ujarnya.
Penguatan peran KIM dilakukan secara bertahap seiring dengan upaya Diskominfo Staper meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi perkembangan teknologi dan arus informasi digital.
Ronny menilai edukasi masyarakat membutuhkan proses yang berkelanjutan.
“Larena itu, penguatan jaringan KIM di desa menjadi salah satu bagian dari upaya memperluas jangkauan edukasi informasi hingga tingkat masyarakat,” tandasnya. (adv/Kutim/Ra)



