SAMARINDA, sudutkata.com — Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara) menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 1.491 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kelurahan Loa Bakung, Samarinda.
Penyaluran bantuan secara simbolis berlangsung di Kantor Kelurahan Loa Bakung, Jalan Jakarta, Samarinda, Selasa (22/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPR RI Komisi VI Sarifah Suraidah, Ketua DPRD Samarinda Helmy Abdullah, serta perwakilan Pemerintah Kota Samarinda, Asisten II Marnabas Patiroy.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltimtara Musazdin Said mengatakan, bantuan pangan yang disalurkan kali ini mencakup tiga alokasi, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
“Untuk Samarinda sendiri, kurang lebih sekitar 54 ribu penerima bantuan pangan akan menerima beras untuk tiga alokasi,” ujar Musazdin.
Khusus Kelurahan Loa Bakung, bantuan diberikan kepada 1.491 penerima manfaat. Jika dikonversikan untuk tiga alokasi, total beras yang disalurkan mencapai sekitar 43 ton.
Menurut Musazdin, penyaluran bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu mengendalikan harga beras di pasaran.
Selain bantuan pangan, Bulog juga melakukan penyerahan simbolis beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada sejumlah mitra penyalur. Program tersebut ditujukan untuk menjaga ketersediaan beras sekaligus mengantisipasi tekanan inflasi.
Musazdin mengakui, proses distribusi bantuan pangan masih menghadapi sejumlah kendala, terutama keterbatasan armada angkutan. Kondisi tersebut diperparah dengan antrean bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, yang berdampak terhadap kecepatan distribusi.
“Bulog Samarinda melayani enam kabupaten/kota, mulai Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, Bontang, hingga Mahakam Ulu. Kendala utama kami saat ini adalah armada,” jelasnya.
Untuk mempercepat distribusi sekaligus pemerataan stok, Bulog Kaltimtara juga merencanakan pembangunan atau penambahan gudang di sejumlah daerah. Rencana tersebut antara lain mencakup Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Bontang yang ditargetkan mulai direalisasikan secara bertahap.
Musazdin menjelaskan, saat ini sebagian besar stok Bulog masih terpusat di gudang Samarinda. Penambahan gudang di daerah diharapkan dapat memperpendek jarak distribusi sehingga bantuan lebih cepat diterima masyarakat.
Di sisi lain, pasokan beras dari produksi lokal Kalimantan Timur saat ini menghadapi tantangan akibat musim kemarau dan kondisi cuaca. Penurunan hasil panen berdampak terhadap penyerapan gabah petani oleh Bulog.
Untuk menjaga ketersediaan stok, Bulog memperoleh pasokan dari sejumlah daerah sentra produksi, di antaranya Sulawesi Selatan dan Jawa Timur yang memiliki surplus produksi.
“Kalau mengandalkan serapan dari Kalimantan Timur sendiri pasti tidak cukup. Karena itu, Bulog secara nasional melakukan pemerataan stok dari daerah yang mengalami surplus produksi,” katanya.
Musazdin menyebutkan, stok beras Bulog untuk wilayah Kalimantan Timur saat ini sekitar 10 ribu ton. Sementara untuk wilayah kerja Kaltim dan Kalimantan Utara, stok diproyeksikan mencapai sekitar 13 ribu ton hingga akhir 2026.
Ia berharap bantuan pangan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari dan membantu menjaga daya beli.
“Harapan kami kepada masyarakat, bantuan ini tidak untuk dijual, tetapi untuk dikonsumsi. Sudah tertera bahwa beras ini tidak untuk diperjualbelikan,” tegasnya. (Indra)


