KUTAI TIMUR, sudutkata.com – Warga di sekitar Jalan Poros Bengalon RT 005 dan Jalan Poros Wahau Lama RT 007, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), mengeluhkan gangguan sumber air bersih. Salah satu sumur bor warga dilaporkan amblas dan tidak lagi mengeluarkan air.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga lantaran terjadi di tengah aktivitas pertambangan di sekitar kawasan permukiman. Meski demikian, belum ada kesimpulan yang memastikan penyebab amblasnya sumur tersebut berkaitan dengan kegiatan pertambangan.
Masyarakat melalui kuasa hukumnya meminta pemeriksaan teknis secara independen untuk mengetahui penyebab kerusakan sumur sekaligus memastikan kondisi sumber air warga.
Kuasa hukum masyarakat, Muhammad Eko Cahyono, mengatakan persoalan sumur bor menjadi salah satu bagian dari pengaduan warga kepada pihak terkait.
“Masih belum ada tindakan nyata terhadap masyarakat mengenai debu, efek blasting, dan sumber air sumur bor warga,” kata Eko.
Menurut Eko, pihaknya juga mencermati survei lapangan yang dilakukan pada 3 Agustus 2026 untuk melihat kondisi sumur bor warga. Namun, ia menilai masih terdapat perbedaan dalam pengukuran jarak antara titik sumur warga dan titik galian tambang aktif.
“Adanya survei lapangan tentang sumur bor warga pada 3 Agustus 2026, akan tetapi pengukuran jarak antara titik sumur yang ada dengan titik galian tambang aktif berbeda,” ujarnya.
Eko meminta hasil survei, metode pengukuran, serta data mengenai kondisi sumber air dibuka secara transparan. Menurut dia, pemeriksaan diperlukan agar tidak muncul perbedaan kesimpulan mengenai penyebab gangguan sumber air warga.
Bagi masyarakat, persoalan tersebut menyangkut kebutuhan dasar. Warga berharap sumber air yang terganggu dapat segera ditangani, sekaligus memperoleh kepastian mengenai penyebab amblasnya sumur bor.
“Perlunya tindakan nyata, singkat dan efektif terhadap warga yang terdampak,” tutup Eko. (Mifa)


