SAMARINDA, sudutkata.com – Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Samarinda, Yoce Tallisa, mengingatkan pentingnya kemampuan pertolongan pertama dalam menghadapi situasi kecelakaan dan kondisi darurat.
Pesan itu disampaikan dalam pembukaan kegiatan pelatihan dan penyegaran pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) yang digelar DPD PSI Kota Samarinda di sekretariat partai tersebut, Jalan Perjuangan, Senin, 31 Agustus 2026.
Menurut dia, kecelakaan maupun keadaan darurat dapat terjadi di berbagai tempat dan menimpa siapa saja. Situasi tersebut bisa ditemukan di rumah, tempat kerja, maupun di jalan raya.
Dalam kondisi demikian, tindakan awal yang cepat dan tepat menjadi penting sebelum korban memperoleh pertolongan dari tenaga medis profesional.
“Kecelakaan ataupun kondisi darurat dapat terjadi di mana saja dan menimpa siapa saja,” katanya dalam sambutan.
Ia mengatakan kecepatan dan ketepatan seseorang dalam memberikan pertolongan awal dapat membantu menjaga keselamatan korban pada masa-masa awal setelah insiden terjadi.

Karena itu, pelatihan P3K tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk menambah pengetahuan, tetapi juga latihan untuk menghadapi keadaan nyata di lapangan.
“Oleh karena itu, pelatihan ini sangat penting,” ujarnya.
Peserta dalam kegiatan tersebut mendapatkan pembekalan teori sekaligus praktik. Materi yang dipelajari meliputi penanganan luka, perdarahan, dugaan patah tulang, serta bantuan hidup dasar.
Ia meminta seluruh peserta mengikuti kegiatan secara serius dan aktif terlibat dalam praktik yang diberikan oleh pemateri.
Menurut dia, keterampilan pertolongan pertama tidak cukup dipahami secara teori. Peserta perlu mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika berhadapan langsung dengan korban.
“Saya berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan ini dengan penuh semangat, serius, aktif berdiskusi, serta mempraktikkan materi yang diberikan,” kata Yoce
Pelatihan tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai unsur. Selain anggota dan pengurus PSI, peserta juga berasal dari sejumlah relawan ambulans, komunitas kemanusiaan, tim medis, dan masyarakat umum.
DPD PSI Samarinda menghadirkan praktisi pertolongan pertama, Hermansyah, sebagai pemateri. Adapun kegiatan dipandu oleh Agus Sugianto dari Relawan Ambulans PSI.
Lebih Jauh, Yoce mengatakan pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan dapat digunakan ketika menghadapi situasi mendesak.
“Ilmu yang diperoleh hari ini akan sangat berharga dan bisa menjadi pertolongan bagi sesama saat kondisi mendesak,” kata Yoce.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, relawan, pemateri, serta pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Pelatihan P3K ini digelar di tengah keterlibatan DPD PSI Samarinda dalam pelayanan ambulans gratis. Kegiatan itu diharapkan dapat memperkuat kesiapan relawan dalam memberikan respons awal terhadap warga yang membutuhkan pertolongan.






