SAMARINDA, sudutakta.com – Dewan Pimpinan Daerah Partai Solidaritas Indonesia (DPD PSI) Kota Samarinda menggelar pelatihan dan penyegaran pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) di Sekretariat DPD PSI Samarinda, Jalan Perjuangan, Senin, 31 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diikuti sekitar 40 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari anggota PSI, relawan ambulans, tim medis, komunitas kemanusiaan, Pramuka Peduli, hingga masyarakat umum.
Sekretaris DPD PSI Samarinda, Taufan Marselinus, mengatakan pelatihan itu berangkat dari aktivitas pelayanan ambulans gratis yang selama ini dijalankan PSI Samarinda.
Menurut dia, relawan yang terlibat dalam pelayanan kemanusiaan perlu memiliki pengetahuan dasar mengenai tindakan awal terhadap korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Hari ini DPD PSI Kota Samarinda mengadakan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan,” kata Taufan.
Ia mengatakan PSI Samarinda membuka layanan ambulans gratis yang beroperasi setiap hari. Karena itu, peningkatan kemampuan relawan dalam memberikan pertolongan awal dinilai menjadi kebutuhan.
“Kami sendiri sudah mengadakan layanan ambulans gratis setiap harinya. Kami berharap setiap relawan PSI maupun masyarakat umum yang hadir bisa belajar tentang pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan,” ujarnya.
Taufan mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan kader dan pengurus PSI. DPD PSI Samarinda juga mengundang perwakilan dari berbagai kelompok relawan yang selama ini bergerak dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Peserta berasal dari sejumlah unsur, antara lain Tim Medis ITS, Relawan Medis SANAK, RPK PSR 13, Relawan MTAB, Relawan Ambulans PSI, Relawan RBT, Pramuka Peduli, Relawan Arizuan, Relawan Abunajuar, Noorteen Volunteer, Relawan Ambulans KKSS, PMI Anggana, Relawan Jambu Juanda, serta Balakarcana Cendana.
Menurut Taufan, keterlibatan berbagai komunitas menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena penanganan keadaan darurat kerap membutuhkan kerja sama antarelawan.
“Kami turut mengundang beberapa perwakilan relawan yang ada di Kota Samarinda,” kata dia.
Pelatihan menghadirkan praktisi pertolongan pertama, Hermansyah, sebagai pemateri. Sementara kegiatan dipandu oleh Agus Sugianto, Relawan Ambulans PSI, yang bertindak sebagai moderator.
Materi yang diberikan mencakup penanganan awal sejumlah kondisi darurat, termasuk luka dan perdarahan, dugaan cedera tulang, hingga tindakan dasar ketika korban mengalami gangguan pernapasan atau henti jantung.
Taufan berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti di ruang pelatihan. Menurut dia, kemampuan tersebut dapat menjadi bekal bagi relawan maupun masyarakat ketika menghadapi situasi darurat.
Pelatihan P3K ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan sumber daya manusia yang terlibat dalam pelayanan ambulans gratis PSI Samarinda. (Mifa)






