SEMARANG, sudutkata.com – Forum Nasional Youth & Social Issues Summit 2026 di Semarang tidak sekadar menjadi ajang pertemuan anak muda dan alumni. Forum tersebut dirancang sebagai ruang untuk membahas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan Pendidikan, isu sosial, pembangunan berkelanjutan, hingga masa depan generasi muda.
Forum ini menjadi bagian dari rangkaian Reuni Akbar ke-76 ALJIRO-SMANSA, Ikatan Alumni SMA Negeri 1 Semarang. Salah satu agenda utamanya digelar di Hotel Santika Premiere Semarang pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji turut hadir dalam forum tersebut. Ia membawa pengalaman Kaltim dalam menjalankan kebijakan pendidikan, termasuk program Gratispol Pendidikan yang memberikan dukungan pembiayaan bagi putra-putri daerah untuk melanjutkan pendidikan.
Kehadiran Seno menjadi salah satu bagian dari diskusi mengenai bagaimana kebijakan pemerintah dapat memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Youth & Social Issues Summit 2026 sendiri telah dimulai sejak April 2026. Kick off dan focus group discussion (FGD) perdana berlangsung di Gedung Widya Puraya Universitas Diponegoro pada 22 April.
Forum tersebut mempertemukan sejumlah pihak untuk membahas gagasan yang lebih luas mengenai peran generasi muda dan pembangunan sosial. Reuni alumni kemudian ditempatkan sebagai momentum untuk menghasilkan kontribusi yang dapat dirasakan generasi berikutnya.
Konsep itu dirangkum dalam tema “Unity as Legacy”. Penyelenggara ingin mengubah momentum reuni dari sekadar pertemuan alumni menjadi ruang untuk meninggalkan gagasan dan karya yang memiliki dampak sosial.
Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan melalui tiga pilar utama, yakni Connecting Generations & Inspiring the Future, Leaving Legacy, dan Moving Forward Together.
Ketiga pilar itu menjadi dasar penyelenggaraan forum yang menghubungkan pengalaman generasi sebelumnya dengan kebutuhan dan tantangan generasi muda saat ini.
Dalam konteks tersebut, paparan Seno Aji mengenai program Gratispol Pendidikan Kaltim menjadi salah satu contoh kebijakan daerah yang dibawa ke forum nasional. Program itu menempatkan akses pendidikan sebagai salah satu instrumen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Youth Summit 2026 diharapkan tidak berhenti pada diskusi. Forum tersebut diarahkan untuk menghasilkan gagasan dan kerja sama yang dapat diteruskan setelah kegiatan berakhir, terutama dalam isu pendidikan, sosial, dan pembangunan berkelanjutan.






