MAKASSAR, sudutkata.com – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) menyelaraskan kurikulum Program Studi Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk menyiapkan penerapan Kurikulum 2025. Penyelarasan itu sekaligus dibarengi penyusunan panduan residensi industri bagi mahasiswa.
Kegiatan berlangsung selama dua hari, 23-24 Agustus 2026, di Hotel Aryaduta Makassar. Forum tersebut menjadi bagian dari proses transisi dari Kurikulum 2024 menuju Kurikulum 2025 yang dirancang agar lebih sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan industri, serta kompetensi yang dibutuhkan tenaga profesional K3.
Dekan FKM Unhas Ansariadi mengatakan pengembangan kurikulum harus mengikuti perubahan dunia kerja dan perkembangan profesi keselamatan dan kesehatan kerja.
Menurut dia, kurikulum yang relevan dan berbasis capaian pembelajaran menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan mampu berkontribusi terhadap peningkatan keselamatan, kesehatan, serta produktivitas pekerja.
Kegiatan ini dibuka Ansariadi bersama Wakil Dekan II FKM Unhas Bidang Perencanaan dan Sumber Daya Prof. Dr. Atjo Wahyu. Sejumlah guru besar dan dosen senior Departemen K3 FKM Unhas turut hadir, di antaranya Dr. dr. Masyitha Muis, Prof. Yahya Thamrin, Prof. dr. Rafael Djajakusli, Prof. Dr. dr. Syamsiar S. Russeng, serta dr. M. Furqaan Naeim. Mahasiswa dan tenaga kependidikan Departemen K3 juga mengikuti kegiatan tersebut.

Penyelarasan dilakukan melalui diskusi, telaah dokumen, hingga kerja mandiri tim dosen. Pembahasan mencakup struktur kurikulum, integrasi bahan kajian, pembagian penanggung jawab materi, serta penyesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS).
Sejumlah mata kuliah juga menjadi bagian dari penyesuaian. Di antaranya integrasi bahan kajian Fisiologi dan Pencegahan Kecelakaan Kerja dengan Penyakit Akibat Kerja. Selain itu, bahan kajian Gizi, Ekonomi, dan Produktivitas Kerja diintegrasikan dengan Ergonomi dan Faal Kerja.
Selain kurikulum, forum tersebut menghasilkan rancangan Panduan Residensi Industri. Panduan ini disiapkan sebagai acuan mahasiswa ketika menjalani pembelajaran berbasis pengalaman langsung di dunia usaha dan dunia industri.
Ketua Program Studi Magister K3 FKM Unhas Prof. Yahya Thamrin mengatakan penyelarasan kurikulum diperlukan untuk memastikan kompetensi lulusan tetap sesuai dengan kebutuhan profesi.
“Pengembangan kurikulum harus memastikan lulusan memiliki kompetensi manajerial, integritas, etika profesi, dan wawasan global,” kata Yahya.
Menurut dia, penguatan pengalaman mahasiswa di lingkungan industri juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan Magister K3. Pengalaman tersebut diharapkan membuat mahasiswa tidak hanya memahami konsep keselamatan dan kesehatan kerja secara akademik, tetapi juga mampu menerapkannya di lapangan.
Penyusunan kurikulum dan panduan residensi industri tersebut juga dikaitkan dengan sejumlah target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Program ini mendukung SDG 4 tentang pendidikan berkualitas melalui penguatan relevansi pendidikan tinggi. Kompetensi K3 juga berkaitan dengan SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi karena mendorong terciptanya lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif.
Adapun penyusunan panduan residensi industri sejalan dengan SDG 17 mengenai kemitraan untuk mencapai tujuan, khususnya dalam memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia industri.
FKM Unhas selanjutnya akan menggunakan hasil penyelarasan tersebut sebagai dasar penerapan Kurikulum 2025 pada Program Studi Magister K3. Langkah itu diharapkan memperkuat keterkaitan antara pembelajaran akademik dan kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan daya saing lulusan di tingkat nasional maupun global. (kiki)






