SAMARINDA, sudutkata.com – Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan mendapat perhatian dari Ketua DPC Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Samarinda, David Jingga. Ia meminta penanganan kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga menyentuh akar persoalan yang menyebabkan kebakaran terus berulang.
Menurut David, kebakaran hutan bukan semata persoalan lingkungan. Dampaknya dapat meluas ke kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, hingga kualitas udara di wilayah terdampak.
“Ini bukan hanya soal api yang harus dipadamkan. Ada masyarakat yang terdampak asap, ada lingkungan yang rusak, dan tentu ada persoalan yang harus dicari penyebabnya,” kata David, Ahad.
Ia menilai pemerintah bersama aparat penegak hukum perlu memperkuat langkah pencegahan, terutama di kawasan yang memiliki potensi tinggi mengalami kebakaran. Pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan juga dinilai perlu dilakukan secara konsisten.
David mengatakan penanganan kebakaran harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan pemerintah daerah, aparat, perusahaan, masyarakat, serta kelompok pemerhati lingkungan.
“Pencegahan harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita selalu bergerak setelah kebakaran terjadi. Ketika api sudah besar, biaya dan dampaknya jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Menurut dia, kesadaran masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Di sisi lain, David mendorong pemerintah memastikan masyarakat yang terdampak asap mendapatkan perlindungan dan akses layanan kesehatan yang memadai.
“Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Kalau kualitas udara memburuk, kelompok rentan harus menjadi perhatian utama,” katanya.
David berharap persoalan kebakaran hutan di Kalimantan tidak hanya menjadi isu musiman. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pencegahan dan penanganan kebakaran agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“PSI Samarinda tentu mendukung setiap langkah yang bertujuan menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat. Penanganannya harus serius, transparan, dan berkelanjutan,” tutur David. (MIfa)


