Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
SUDUTKATA.COM
Advertisement
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL
No Result
View All Result
SUDUTKATA.COM
No Result
View All Result

KAGAMA Dorong Pecinan Samarinda Jadi Destinasi Wisata Warisan

Redaksi by Redaksi
26 Juli 2026
in DPRD KOTA SAMARINDA
Ahmad Vanandza menerima selendang persahabatan. Selendang yang diberikan Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PPIT) Kalimantan Timur itu menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin sejak lama serta diharapkan terus terpelihara melalui pelestarian budaya dan sejarah. (dok.sk)

Ahmad Vanandza menerima selendang persahabatan. Selendang yang diberikan Perhimpunan Persahabatan Indonesia–Tiongkok (PPIT) Kalimantan Timur itu menjadi simbol persahabatan Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin sejak lama serta diharapkan terus terpelihara melalui pelestarian budaya dan sejarah. (dok.sk)

Dibaca 1,058

SAMARINDA, sudutkata.com – Kawasan Pecinan Samarinda kembali didorong menjadi destinasi wisata sejarah dan budaya. Upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Harmoni Mahakam: Muara Lintas Budaya, berupa walking tour dan mini festival heritage (warisan) yang digelar di kawasan Citra Niaga hingga Kelenteng Thien Ie Kong, Ahad, 26 Juli 2026.

Kegiatan yang digagas KAGAMA Samarinda bekerja sama dengan Pemerintah Kota Samarinda, PPIT Kaltim, dan Bank Kaltimtara itu menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis Universitas Gadjah Mada ke-77 serta Dies Natalis KAGAMA ke-67.

Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Ahmad Vananza mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda wisata, melainkan upaya menghidupkan kembali ingatan masyarakat terhadap sejarah awal berdirinya Kota Samarinda.

Menurut dia, kawasan Pecinan memiliki nilai sejarah penting karena menjadi salah satu lokasi awal kedatangan masyarakat Tionghoa di Samarinda pada masa lampau. Di kawasan itu juga berdiri Kelenteng Thien Ie Kong yang dikenal sebagai kelenteng tertua di Samarinda, bahkan disebut-sebut sebagai salah satu yang tertua di Kalimantan Timur.

“Ini mengingatkan kembali sejarah yang selama ini mulai terlupakan. Banyak bangunan bersejarah di Samarinda yang harus kita hidupkan lagi agar dikenal generasi muda,” kata Ahmad Vananza saat menghadiri kegiatan tersebut.

Ia menegaskan DPRD Kota Samarinda mendukung pengembangan kawasan Pecinan sebagai destinasi wisata heritage. Menurut dia, konsep Chinatown Samarinda dapat menjadi daya tarik baru di tengah keterbatasan objek wisata alam yang dimiliki ibu kota Kalimantan Timur itu.

“Kalau bicara wisata asli, Samarinda memang terbatas. Karena itu potensi yang sudah ada harus diolah menjadi destinasi yang menarik sehingga orang dari luar daerah punya alasan untuk datang,” ujarnya.

Ahmad menilai pengembangan kawasan heritage tidak hanya berdampak pada pelestarian sejarah, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan asli daerah melalui sektor pariwisata.

Ia berharap kawasan Pecinan nantinya tidak hanya menghadirkan bangunan bersejarah, tetapi juga pertunjukan seni, ruang publik, serta pusat kuliner yang ditata dengan baik, termasuk pemisahan area makanan halal dan nonhalal agar dapat diterima seluruh kalangan masyarakat.

“Kita berharap masyarakat ikut mendukung karena yang dibangun ini untuk kepentingan warga Kota Samarinda,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang KAGAMA Samarinda Reynold Tumpu Panggalu mengatakan kegiatan Harmoni Mahakam dipilih sebagai bentuk kontribusi alumni UGM dalam memperkenalkan kekayaan sejarah dan budaya Samarinda kepada masyarakat.

“Kami bekerja sama dengan Pemkot dan PPIT untuk meningkatkan dan memperkenalkan budaya yang ada di Samarinda,” ujar Reynold.

Ia menjelaskan peringatan dies natalis tahun ini tidak hanya diisi kegiatan telusur sejarah Pecinan. KAGAMA Samarinda juga menyiapkan program reboisasi di kawasan bekas tambang serta kunjungan kepada para senior dan sesepuh KAGAMA di Kalimantan Timur.

Menurut Reynold, setiap pengurus daerah diberi keleluasaan menentukan bentuk kegiatan sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. Di Samarinda, KAGAMA memilih kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.

Saat ini KAGAMA Samarinda memiliki sekitar 500 anggota yang aktif dalam grup komunikasi, sedangkan data alumni UGM yang telah terhimpun mencapai lebih dari 1.000 orang dari berbagai angkatan.

“Kami ingin KAGAMA Samarinda semakin kompak dan semakin berguna bagi daerah tempat kami tinggal,” kata Reynold.

Dalam kegiatan Harmoni Mahakam, peserta diajak menyusuri sejumlah titik bersejarah di kawasan Pecinan, mulai dari Citra Niaga, Jalan Gajah Mada dan Jalan Yos Sudarso, Gang Pecinan, hingga berakhir di Kelenteng Thien Ie Kong. Selain tur sejarah, panitia juga menghadirkan pertunjukan barongsai, kuliner akulturasi halal, serta mini festival budaya sebagai upaya memperkenalkan harmoni kehidupan masyarakat multikultural di tepian Sungai Mahakam.

Tags: KAGAMAWISATA
Previous Post

Kuasa Hukum Darmono Ajukan Banding atas Putusan PN Tenggarong

Next Post

Pegadaian Area Samarinda Gencarkan Literasi Investasi Emas Melalui Bazar di Sejumlah Lokasi Strategis

Next Post
Pegadaian Area Samarinda Gencarkan Literasi Investasi Emas Melalui Bazar di Sejumlah Lokasi Strategis

Pegadaian Area Samarinda Gencarkan Literasi Investasi Emas Melalui Bazar di Sejumlah Lokasi Strategis

  • Pedoman Media Siber
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Tentang Kami
  • Redaksi
Layanan Iklan Hubungi: +62 896 5288 8884 Email: inisudutkata@gmail.com

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • UTAMA
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • KALTIM
      • Samarinda
      • Balikpapan
      • Berau
      • Bontang
      • Kutai Barat
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Timur
      • Mahakam Ulu
      • Paser
      • Penajam Paser Utara (PPU)
    • KALTARA
      • Tarakan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Bulungan
      • Tana Tidung
  • HUKUM
    • KRIMINAL
  • EKOBIS
  • PEMERINTAHAN
  • PARLEMENTERIA
    • DPRD KALTIM
    • DPRD KOTA SAMARINDA
    • DPRD KUKAR
    • DPRD KAB KUTIM
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
  • OTOMOTIF
  • OLAHRAGA
  • RELIGI
  • SOSIAL
  • PARIWISATA
  • LIFESTYLE
    • FASHION
    • FOOD
  • OPINI
  • ADVERTORIAL

© 2026 Sudutkata.com - Semua hak cipta dilindungi.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In