SAMARINDA, sudutkata.com – Anggota DPRD Kota Samarinda Muhammad Yusran menilai penguatan ekonomi daerah tidak cukup hanya bertumpu pada investasi besar maupun aktivitas usaha di pusat kota. Menurut dia, fondasi ekonomi yang kuat justru dibangun dari aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan melalui usaha mikro, warung, toko kelontong, hingga industri rumahan.
Yusran mengatakan pelaku usaha kecil selama ini menjadi penopang perputaran ekonomi masyarakat sehari-hari. Karena itu, pemerintah daerah perlu memberi perhatian lebih besar terhadap sektor ekonomi kerakyatan agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi perekonomian daerah.
Menurut dia, penguatan ekonomi berbasis kelurahan juga dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah, terutama ketika terjadi gejolak harga kebutuhan pokok maupun tekanan ekonomi yang berdampak pada masyarakat.
“Ekonomi kerakyatan merupakan sektor yang paling dekat dengan masyarakat. Karena itu harus diperkuat melalui program yang benar-benar menyentuh kebutuhan pelaku usaha di lapangan,” kata Yusran.
Ia menilai masih banyak pelaku usaha mikro yang menghadapi berbagai kendala dalam mengembangkan usahanya. Persoalan yang paling sering ditemui, kata dia, adalah keterbatasan kemampuan manajemen usaha serta kesulitan memasarkan produk secara lebih luas.
Kondisi tersebut membuat banyak usaha kecil sulit berkembang meski memiliki produk yang potensial. Di tengah persaingan yang semakin ketat, pelaku UMKM dinilai membutuhkan dukungan yang lebih konkret agar tidak tertinggal.
Karena itu, Yusran mendorong pemerintah kota menghadirkan program pendampingan yang berkelanjutan. Salah satu yang dianggap penting adalah memperluas digitalisasi UMKM sehingga produk-produk lokal dari tingkat kelurahan dapat menjangkau pasar yang lebih besar.
“Pelaku usaha tidak bisa dibiarkan berjalan sendiri. Mereka membutuhkan pendampingan, akses informasi, dan dukungan pemasaran agar bisa berkembang,” ujarnya.
Selain digitalisasi, ia juga meminta pemerintah berperan aktif membangun ekosistem usaha yang saling terhubung. Pemerintah, menurut dia, harus mampu menjembatani kebutuhan pelaku UMKM dengan lembaga perbankan, penyedia bahan baku, hingga berbagai platform pemasaran digital.
Yusran menilai keberhasilan satu usaha kecil berkembang akan memberikan dampak berantai bagi lingkungan sekitarnya. Ketika usaha meningkat, kebutuhan tenaga kerja bertambah dan daya beli masyarakat ikut bergerak.
“Ketika satu warung atau industri rumahan berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan pemilik usaha. Masyarakat di sekitarnya juga ikut merasakan dampaknya karena roda ekonomi bergerak lebih cepat,” katanya.
Politikus itu meyakini penguatan ekonomi kerakyatan merupakan investasi jangka panjang yang harus terus dilakukan. Menurut dia, pembangunan ekonomi yang dimulai dari tingkat kelurahan akan menciptakan fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan Kota Samarinda secara keseluruhan.
Ia berharap pemerintah dapat menjadikan pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Dengan fondasi ekonomi yang kuat di seluruh kelurahan, Samarinda dinilai akan lebih siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi pada masa mendatang.
“Kalau ekonomi di tingkat kelurahan kuat dan mandiri, maka ekonomi Samarinda secara keseluruhan juga akan lebih kokoh dan tidak mudah terpengaruh oleh gejolak ekonomi yang terjadi di luar daerah,” pungkas Yusran. (In)




