Sungai Karang Mumus Kembali Dipenuhi Sampah, DPRD Minta Penanganan Serius

Anggota DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal. (ft.Sk)
SAMARINDA, sudutkata.com – Persoalan sampah dan sedimentasi di Sungai Karang Mumus kembali menjadi perhatian di Kota Samarinda. Kondisi sungai yang dipenuhi tumpukan sampah di sejumlah titik dinilai masih menjadi tantangan dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi risiko banjir.
Anggota DPRD Kota Samarinda, Joha Fajal, mengatakan penanganan Sungai Karang Mumus harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat sementara. Menurut dia, upaya pembenahan sungai membutuhkan keterlibatan pemerintah sekaligus kesadaran masyarakat.
“Kalau masih ada yang membuang sampah sembarangan ke sungai, tentu penanganannya tidak akan maksimal,” kata Joha Fajal, Rabu, 20/05/2026.
Ia menilai persoalan sampah di bantaran sungai masih menjadi salah satu penyebab utama terganggunya aliran air. Selain itu, sedimentasi yang terus terjadi juga dinilai memperburuk kondisi Sungai Karang Mumus, terutama saat curah hujan tinggi.
Menurut Joha, edukasi kepada masyarakat perlu terus diperkuat agar kesadaran menjaga kebersihan lingkungan semakin meningkat. Ia mengatakan perubahan perilaku masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi sungai tetap bersih.
“Penanganan sungai tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat juga sangat menentukan keberhasilan menjaga lingkungan,” ujarnya.
Selain edukasi, Joha meminta pemerintah meningkatkan pengawasan di kawasan bantaran sungai untuk mencegah aktivitas yang dapat merusak lingkungan maupun memicu penumpukan sampah.
Ia juga mendorong adanya penataan kawasan sungai secara bertahap agar Sungai Karang Mumus tidak hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga menjadi kawasan yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat.
“Pengawasan harus diperketat supaya kebiasaan membuang sampah ke sungai bisa ditekan,” katanya.
Joha berharap penanganan Sungai Karang Mumus dapat dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan. Menurut dia, sungai yang bersih dan tertata akan memberikan dampak positif bagi lingkungan maupun kualitas hidup masyarakat di Samarinda.
“Kita semua tentu ingin Sungai Karang Mumus menjadi kawasan yang bersih, sehat, dan nyaman untuk masyarakat,” ucapnya. (In)
