DPRD Samarinda Dorong Peningkatan Kualitas SDM Hadapi Tantangan Era Digital

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi. (ft.sk)

SAMARINDA, sudutkata.com – Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan sebagai respons terhadap tantangan global yang semakin kompleks.

Hal itu disampaikannya kepada awak media usai menghadiri Rapat Hearing Komisi IV DPRD Kota Samarinda bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda terkait sistem pembelajaran kurikulum terbaru serta kegiatan fisik jenjang SD, SMP, TK, dan PAUD. Rapat tersebut berlangsung di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Selasa (5/5/2026).

Menurut Ismail, munculnya berbagai persoalan dalam pelaksanaan pendidikan merupakan hal yang wajar. Namun yang terpenting adalah bagaimana semua pihak dapat bersama-sama mencari solusi yang tepat.

“Ada satu dua masalah itu biasa, yang penting bagaimana kita carikan solusinya,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa ke depan, tantangan dunia pendidikan akan semakin berat, terutama dengan masuknya era digital yang memperluas ruang persaingan, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional hingga global.

“Sekarang kita tidak hanya bersaing dengan pelajar di Samarinda saja, tapi sudah se-Kalimantan Timur, se-Indonesia bahkan dunia. Tantangan 10 sampai 30 tahun ke depan semakin kompleks,” jelasnya.

Untuk itu, Ismail mendorong pentingnya pengembangan multiple intelligence atau kecerdasan majemuk pada peserta didik, termasuk kemampuan menguasai berbagai keterampilan yang beragam.

Selain pendidikan formal di sekolah, ia juga menyoroti pentingnya aktivitas di luar kelas sebagai sarana pengembangan diri. Menurutnya, kegiatan ekstrakurikuler maupun organisasi dapat menjadi wadah untuk membentuk keterampilan tambahan yang dibutuhkan di masa depan.

“Sekolah memang penting, tapi bukan satu-satunya tempat belajar. Siswa harus aktif di kegiatan ekstrakurikuler maupun organisasi agar memiliki skill yang beragam,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menyelesaikan pendidikan formal dengan baik, termasuk memperoleh ijazah sebagai salah satu syarat administratif, sembari tetap mengembangkan kemampuan diri melalui berbagai aktivitas pendukung.

Di akhir, Ismail menegaskan bahwa peluang dari luar daerah maupun global juga terbuka lebar, sehingga peningkatan kualitas diri menjadi kunci utama untuk dapat bersaing.
“Tantangan besar, tapi peluang juga besar. Tinggal bagaimana kita meningkatkan kualitas diri,” pungkasnya. (mifa)