Hardiknas 2026, DPRD Samarinda Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Kesejahteraan Guru

SAMARINDA, sudutkata.com – Momentum Hari Pendidikan Nasional yang diperingati setiap 2 Mei dimaknai sebagai penguatan komitmen bersama dalam mewujudkan pendidikan bermutu. Tahun ini, tema yang diusung adalah “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci utama dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Yang pasti kita sedang menuju Indonesia Emas 2045. Untuk mencapai itu, tidak bisa tidak, peningkatan kualitas pendidikan menjadi syarat utama,” ujarnya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).
Ia berharap peringatan Hardiknas tahun ini menjadi momentum untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh, termasuk dalam implementasi kurikulum baru yang tengah berjalan di berbagai sekolah.
Namun demikian, Ismail menyoroti masih rendahnya kesejahteraan guru, khususnya tenaga honorer di sekolah swasta. Ia mengungkapkan bahwa masih ada guru yang menerima gaji sekitar satu juta rupiah per bulan, jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK).
“Kita berharap ada perhatian lebih dari pemerintah, misalnya melalui pemberian insentif, bantuan sosial, hingga jaminan kesehatan. Karena kesejahteraan guru ini akan berdampak langsung terhadap kualitas pendidikan,” tegasnya Ketua DPD PKS Kota Samarinda tersebut.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan guru akan memberikan efek domino terhadap kualitas proses belajar-mengajar di sekolah.
Selain itu, ia juga memaparkan sejumlah aspek yang perlu dibenahi dalam dunia pendidikan. Pertama, pemerataan fasilitas pendidikan, terutama bagi sekolah di wilayah pinggiran agar dapat setara dengan sekolah di pusat kota.
Ia menyinggung kebijakan sistem zonasi sebagai salah satu upaya pemerintah dalam mengurangi kesenjangan antara sekolah favorit dan non-favorit. “Zonasi itu tujuannya untuk pemerataan, agar tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di tengah kota dan di pinggiran,” jelasnya.
Kedua, peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas pengajaran dan efektivitas proses belajar-mengajar.
Ketiga, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik yang dinilai menjadi faktor krusial dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.
Keempat, kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital. Ismail menilai dunia pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam penyesuaian kurikulum agar tidak tertinggal.
“Teknologi berkembang sangat cepat, sehingga kurikulum juga harus menyesuaikan. Ini penting agar kita tidak tertinggal, apalagi dalam rangka menuju generasi emas 2045,” pungkasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat terus diperkuat guna mewujudkan pendidikan yang merata dan berkualitas di Kota Samarinda. (Mifa)
