Kaltara Bidik Swasembada Pangan Penuh di 2027, 1.000 Hektare Sawah Baru Segera Dicetak!

Kawasan persawahan yang terebar di wilayah Bulungan

SUDUTKATA.COM, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) menunjukkan keseriusan dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. Target ambisius ditetapkan. Pencetakan 1.000 hektare sawah baru pada tahun 2026 sebagai langkah strategis menuju swasembada pangan total pada tahun 2027.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Heri Rudiyono, menjelaskan program ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan tahun 2025 yang juga berhasil mencetak luas lahan yang sama. Namun, untuk tahun mendatang, pemerintah akan menerapkan standar yang lebih ketat dalam pemilihan lokasi.

“Kalau mencetak sawah, orangnya harus ada, mau menanam, dan lahannya aman. Jangan sampai dicetak tapi tidak ditanami,” tegas Heri pada Kamis (26/2/2026).

Tantangan utama di Kalimantan Utara bukan sekadar memperluas lahan, melainkan memastikan keberlanjutan produksi. Berbeda dengan wilayah di Pulau Jawa atau Sulawesi yang sudah memiliki infrastruktur mapan, sebagian besar sawah di Kaltara masih tergolong baru dan memerlukan penanganan khusus.

Beberapa poin krusial yang menjadi perhatian pemerintah meliputi:

Kesiapan Petani: Memastikan adanya tenaga kerja yang siap mengelola lahan secara konsisten; Dukungan Infrastruktur: Pembangunan akses jalan tani dan sistem irigasi yang memadai; Mekanisasi Pertanian: Distribusi alat mesin pertanian (Alsintan) untuk meningkatkan efisiensi kerja petani.

Kabupaten Bulungan dan Malinau diidentifikasi sebagai wilayah dengan potensi lahan luas yang paling menjanjikan. Meski distribusi pemanfaatannya belum maksimal, pemerintah optimistis target pengelolaan lahan minimal 27 ribu hektare dengan estimasi produksi mencapai 750 ton dapat terakselerasi pada tahun anggaran baru ini.

Meskipun terdapat penyesuaian dan efisiensi anggaran dari Kementerian Pertanian RI, skema bantuan pusat dipastikan tetap tersedia. Pemerintah pusat akan terus memberikan dukungan berupa alat mesin pertanian, asalkan dibarengi dengan kesiapan infrastruktur pendukung di daerah.

Dengan perencanaan yang matang, Pemprov Kaltara yakin angka swasembada 100 persen bukan sekadar impian.

“Kalau direncanakan dengan baik, harus bisa. Tinggal bagaimana kita kerja dan konsisten,” pungkas Heri.