Samri Shaputra Serap Aspirasi Warga, Drainase dan Ambulans Jadi Sorotan

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Anggota DPRD Kota Samarinda, H. Samri Shaputra, gelar kegiatan reses masa persidangan I tahun 2026 di daerah pemilihan (dapil) II, Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Sultan Hasanuddin, Gang Langgar, RT 08, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, itu dihadiri warga dari beberapa RT di kawasan tersebut.
Samri yang juga menjabat Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda menjelaskan, reses merupakan momen penting bagi anggota dewan untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat. Ia kembali menegaskan tiga fungsi utama DPRD, yakni pengawasan, penganggaran, dan pembentukan peraturan daerah.
“Reses ini menjadi sarana kami mendengar langsung kebutuhan warga. Tugas DPRD ada tiga, yaitu pengawasan, anggaran, dan pembuat undang-undang. Semua masukan akan kami bawa ke pembahasan di DPRD,” ujarnya.

Dalam dialog bersama warga, persoalan drainase menjadi keluhan utama. Perwakilan warga menyebutkan, terdapat sekitar 390 rumah di kawasan tersebut, sementara daya tampung selokan dinilai tidak sebanding dengan volume air dari permukiman.
Warga mengusulkan pembangunan gorong-gorong yang terhubung dengan saluran utama agar air dapat mengalir lebih lancar, terutama saat hujan.
Menanggapi hal itu, Samri menyatakan akan mengakomodasi usulan warga. Namun, ia menegaskan setiap pengajuan harus mengikuti prosedur yang berlaku, termasuk melalui Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).

“Kami minta perwakilan RT membuat proposal. Sekarang semua usulan harus masuk melalui SIPD. Kalau sudah masuk, usulan itu akan masuk antrean untuk dikerjakan,” kata Samri.
Ia juga mengingatkan, usulan yang disampaikan dalam reses tahun ini kemungkinan baru bisa direalisasikan pada tahun anggaran berikutnya karena harus melalui proses perencanaan dan penganggaran.
Usai kegiatan reses, Samri menjelaskan bahwa persoalan drainase hampir selalu menjadi keluhan warga di berbagai titik reses yang ia kunjungi. Masalah tersebut berkaitan langsung dengan potensi banjir di lingkungan permukiman.
“Hampir di beberapa tempat yang saya datangi, keluhannya soal drainase. Ini kaitannya dengan banjir. Di sini wilayahnya seperti terkurung, jadi kalau hujan airnya menggenang,” ujarnya.
Menurut dia, warga mengusulkan pembangunan saluran yang terhubung langsung ke drainase utama agar aliran air tidak terhambat.
Selain drainase, warga juga menyampaikan kebutuhan mobil ambulans atau mobil jenazah. Hal itu disebabkan jarak tempat pemakaman yang cukup jauh dari permukiman warga.
“Selama ini jenazah dipikul berjalan kaki sampai ke pemakaman. Ini bisa mengganggu pengguna jalan dan menimbulkan kemacetan. Karena itu kebutuhan ambulans menjadi mendesak,” kata Samri.
Dalam pertemuan tersebut, warga dari RT 08, RT 02, dan RT 01 turut menyampaikan aspirasi serupa. Mereka menyebut jumlah penduduk di kawasan itu cukup padat, dengan ratusan rumah dalam satu lingkungan.
Selain itu, ada pula warga yang mengeluhkan soal anggaran yang dinilai tidak sesuai saat sampai ke tingkat bawah. Namun, Samri menyebut persoalan itu masih perlu pendalaman lebih lanjut.
“Ini perlu kita pelajari dulu. Anggaran yang dimaksud tidak sesuai itu seperti apa. Kalau di kelurahan biasanya tidak ada anggaran langsung turun, kecuali program tertentu seperti Probebaya,” ujarnya.
Ia menegaskan akan menelusuri keluhan tersebut untuk memastikan apakah terjadi kesalahpahaman atau ada persoalan dalam pelaksanaannya.
Kegiatan reses tersebut berlangsung dengan dialog terbuka antara warga dan anggota dewan. Sejumlah aspirasi lain juga disampaikan masyarakat, mulai dari perbaikan jalan lingkungan hingga wacana penataan wilayah karena jumlah penduduk yang terus bertambah. (Mifa)
