SMK Medika Samarinda Rayakan HUT ke-16 dengan Panggung Musik Nasional

SUDUTKATA.COM, SAMRINDA – Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) Medika Samarinda menandai usia ke-16 dengan perayaan yang dibuka untuk publik. Sekolah kejuruan itu menghadirkan musisi nasional Ary Band Goliath sebagai penampil utama dalam rangkaian hiburan musik yang digelar di Samarinda, Selasa malam, 13 Januari 2025.
Kepala SMK Medika Samarinda Mus Mulyadi mengatakan peringatan ulang tahun kali ini sengaja dikemas berbeda. Perayaan tidak hanya ditujukan bagi keluarga besar sekolah, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum sebagai bentuk kontribusi sosial lembaga pendidikan kepada kota tempatnya tumbuh.

“HUT SMK Medika yang ke-16 ini kami buat spesial. Kami menghadirkan Ary Goliath dari Jakarta. Ini bukan hanya untuk keluarga besar SMK Medika, tetapi juga menjadi hak warga Kota Samarinda,” kata Mus Mulyadi saat ditemui di sela kegiatan.
Perayaan tersebut menjadi bagian dari agenda Ramayana Fair yang digelar selama beberapa hari. Selain penampilan Ary Band Goliath, panitia juga menjadwalkan kehadiran penyanyi Dangdut Academy 7 Indosiar asal Kalimantan Timur, Nia Karunia dan Ayna, pada malam berikutnya. DJ Pehol dijadwalkan tampil menutup rangkaian hiburan pada Kamis malam, 15 Januari 2025.
Menurut Mus, rangkaian hiburan itu tidak sekadar ditujukan sebagai tontonan. Sekolah ingin memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai ekosistem industri musik yang dinilainya memiliki peluang ekonomi besar di masa depan.

“Anak-anak tidak hanya menonton, tetapi juga belajar. Musik itu industri, dan di dalamnya ada nilai ekonomi yang bisa dikembangkan,” ujarnya.
Seluruh rangkaian acara Ramayana Fair digratiskan bagi masyarakat Samarinda. Kebijakan tersebut, kata Mus, merupakan bagian dari pengabdian SMK Medika kepada masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sekolah.
“Kami gratiskan untuk warga Kota Samarinda. Ini bentuk pengabdian. Apa yang kami miliki kami sumbangkan, bukan dalam bentuk uang, tetapi hiburan untuk masyarakat,” katanya.

Lebih jauh, Mus menyebut peringatan HUT ke-16 ini sekaligus menjadi titik awal pengembangan SMK Medika di bidang seni, khususnya musik. Selama ini, sekolah tersebut dikenal memiliki reputasi kuat di bidang olahraga, seperti futsal dan sepak bola. Namun evaluasi internal mendorong penguatan sektor seni sebagai ruang baru pengembangan potensi siswa.
“Selama ini kami kuat di bola, futsal, dan voli dan beberapa bidang lainnya. Bidang musik yang belum. Ke depan akan ada kelas khusus musik, bahkan jika memungkinkan kami akan membuka jurusan seni musik,” ujarnya.
Saat ini, SMK Medika Samarinda telah memiliki studio band dengan dukungan pelatih biola, drum, gitar, dan vokal. Fasilitas itu disebut sebagai embrio pengembangan sekolah agar tidak hanya berfokus pada bidang kesehatan dan teknologi, tetapi juga seni dan industri kreatif.
Dalam kesempatan yang sama, Mus juga memaparkan deretan prestasi yang telah diraih SMK Medika selama 16 tahun berdiri. Di bidang olahraga, sekolah ini mencatatkan gelar juara nasional futsal pada ajang series dan super series. Dua alumninya, Sofyan dan Akram, kini tergabung dalam tim nasional, sementara puluhan alumni lainnya berkiprah di berbagai klub Liga Pro.
Prestasi lainnya datang dari cabang sepak bola dengan raihan juara dua nasional dalam kompetisi yang digelar di Jakarta. Di bidang kreativitas digital, SMK Medika meraih juara tiga lomba infografis tingkat nasional di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, serta juara nasional lomba Mobile Legends di Universitas Negeri Surabaya.
Sekolah ini juga mencatatkan prestasi di cabang atletik melalui gelar juara nasional lomba lari maraton di Jawa Barat. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Kalimantan Timur, sejumlah siswa SMK Medika tercatat memperkuat tim futsal daerah.
Mus menegaskan, capaian prestasi dan agenda pengembangan seni tersebut menjadi bukti bahwa SMK Medika terus berupaya memperluas perannya, tidak hanya sebagai institusi pendidikan vokasi, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial dan kreatif di Kota Samarinda.
“Prestasi-prestasi ini menjadi bukti bahwa SMK Medika terus berkembang dan berupaya memberi kontribusi, baik melalui pendidikan, prestasi, maupun pengabdian kepada masyarakat,” katanya
Di sisi lain, Ary Goliath mengapresiasi undangan dari SMK Medika Samarinda dan menilai keterlibatan sekolah dalam membuka ruang kreativitas seni sebagai langkah penting di tengah perubahan industri musik.
Ia berharap kehadirannya dapat memotivasi siswa untuk berani berkarya dan melihat musik sebagai ruang ekspresi sekaligus peluang profesional.
“Semoga kehadiran saya bisa menginspirasi siswa-siswi SMK Medika untuk lebih kreatif dan berkembang di industri musik,” kata Ary.
Ary juga menyinggung tantangan industri musik di era kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Menurut dia, perkembangan teknologi merupakan keniscayaan yang tidak bisa dihindari, namun tidak boleh menggantikan peran kreativitas manusia.
“AI itu jadikan sarana pendukung saja. Karya harus tetap lahir dari diri kita sendiri. Tetap kreatif dan jangan sepenuhnya bergantung pada teknologi,” pungkasnya. (Mifa)
