15 Tahanan Kabur Lewat Kloset Polsek Samarinda Kota Berhasil Ditangkap Kembali

SUDUTKATA.COM, SAMARINDA – Sebanyak 15 tahanan yang sempat kabur dari ruang tahanan Polsek Samarinda Kota akhirnya berhasil ditangkap kembali. Mereka melarikan diri pada Minggu, 19 Oktober 2025, dengan cara menjebol dinding kamar mandi dan keluar melalui saluran kloset.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan seluruh tahanan telah kembali diamankan dalam kurun waktu sepuluh hari setelah kejadian.

“Proses pengejaran dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan dari Polsek Samarinda Kota, Polresta Samarinda, dan Polda Kaltim. Sejak hari pertama, tim langsung menyebar ke berbagai titik,” ujar Hendri dalam konferensi pers, pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Ia menjelaskan, sebagian besar tahanan berhasil ditangkap di wilayah Samarinda, sementara beberapa lainnya ditangkap di luar daerah, termasuk di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

“Ada yang menyerahkan diri, ada pula yang ditangkap setelah dilakukan penyelidikan intensif. Tidak ada perlawanan berarti dalam proses penangkapan,” kata Hendri.

Pelarian bermula ketika para tahanan merusak dinding kamar mandi menggunakan besi jemuran dan paku. Dari lubang yang dibuat, mereka menembus saluran air hingga keluar dari area sel. Kejadian itu diketahui petugas sekitar pukul 13.18 Wita, setelah mendapati kondisi kamar mandi rusak dan beberapa tahanan tidak berada di tempat.

“Cara mereka kabur ini cukup nekat. Mereka memanfaatkan celah kecil di saluran pembuangan. Kami langsung melakukan penutupan akses di sekitar lokasi dan berkoordinasi dengan jajaran untuk mempersempit ruang gerak mereka,” tutur Hendri.

Dalam proses pengejaran, polisi berhasil menangkap satu per satu tahanan di berbagai lokasi. Beberapa di antaranya, seperti Elzent Ahmad dan Asri alias Ambo, ditangkap hanya beberapa jam setelah pelarian. Sementara tahanan lain, seperti Kahar dan Suniansyah, baru berhasil diamankan setelah hampir sepuluh hari pelarian.

Hasil penyelidikan menunjukkan sebagian pelarian sempat melakukan kejahatan baru selama dalam pelarian. “Ada dua orang yang kembali melakukan pencurian saat kabur. Ini menegaskan bahwa penangkapan cepat memang sangat penting untuk mencegah tindak pidana baru,” kata Hendri.

Ia menambahkan, kasus pelarian massal ini menjadi evaluasi penting bagi kepolisian. “Kami akan memperketat pengawasan di seluruh ruang tahanan. Struktur kamar mandi yang menjadi titik lemah akan segera diperbaiki, dan penambahan kamera pengawas sedang disiapkan,” tambahnya.

Polresta Samarinda juga akan melakukan pemeriksaan internal terhadap anggota yang bertugas saat kejadian.

“Kami ingin tahu apakah ada unsur kelalaian. Kalau ada petugas yang lalai, tentu akan kami tindak sesuai prosedur,” tegas Hendri.

Selama masa pengejaran, pihak kepolisian turut melibatkan masyarakat sekitar. Beberapa warga memberikan informasi penting mengenai keberadaan tahanan yang melintas di lingkungan mereka.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang membantu dengan cepat. Kolaborasi ini membuat pengejaran lebih efektif,” kata Hendri.

Dengan tertangkapnya seluruh tahanan, situasi di Polsek Samarinda Kota kini dinyatakan aman dan terkendali. Hendri memastikan pengawasan di ruang tahanan akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kejadian ini menjadi pelajaran penting. Kami akan pastikan ruang tahanan di seluruh jajaran Polresta Samarinda memenuhi standar keamanan maksimal,” tukasnya. (MIFA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *