128 Atlet Domino Bertarung di Kejurprov ORADO Kaltim, Berebut Tiket ke Kejurnas 2026

SAMARINDA, SUDUTKATA.COM – Sebanyak 128 atlet domino dari enam kabupaten dan kota di Kalimantan Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Federasi Domino Nasional (ORADO) Kalimantan Timur. Turnamen ini digelar di GOR Segiri pada 11–12 April 2026.

Ajang tersebut menjadi pintu seleksi bagi para pemain terbaik daerah untuk memperebutkan tiket menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Domino 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24–26 April di Bogor.

Ketua Pengurus Provinsi ORADO Kaltim, Muh. Awalludin, mengatakan Kejurprov ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga yang terorganisir, sekaligus menjaring atlet potensial untuk level nasional.

Menurut dia, panitia semula menargetkan jumlah peserta yang lebih besar dalam turnamen terbuka tersebut. Namun, keterbatasan waktu membuat jumlah peserta harus dibatasi.

“Sebenarnya target awal kami bisa sampai 512 pasangan. Tetapi karena waktu pelaksanaan terbatas dan kami harus segera menyiapkan atlet untuk Kejurnas, akhirnya jumlahnya kami minimaliskan menjadi 128 pasangan,” kata Awalludin saat ditemui di lokasi pertandingan.

Ia menegaskan, Kejurprov bukan sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan ORADO kepada masyarakat sekaligus memperkuat pembinaan atlet domino di daerah.

Turnamen ini, kata dia, difokuskan sebagai ajang penyaringan atlet yang nantinya akan mewakili Kalimantan Timur di Kejurnas.

“Harapan kami tentu atlet-atlet Kaltim mampu membawa nama baik daerah di tingkat nasional,” ujarnya.

Awalludin juga menyoroti nilai-nilai yang terkandung dalam permainan domino. Ia menilai domino tidak sekadar permainan, melainkan sarat makna sosial.

Menurut dia, konsep “efek domino” mencerminkan keterkaitan antarperistiwa dalam kehidupan, yang menuntut kerja sama dan interaksi antarmanusia.

“Di dalam permainan ini ada strategi, kerja sama, dan sportivitas. Tidak sombong saat menang dan tidak berkecil hati saat kalah,” katanya.

Lebih jauh, Awalludin menyebut pihaknya tengah mendorong agar domino dapat diakui sebagai cabang olahraga resmi oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia.

Dengan pengakuan tersebut, ia berharap pembinaan atlet domino bisa lebih terstruktur dan berpeluang dipertandingkan dalam ajang olahraga nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurprov ORADO Kaltim, Djufri Genda, mengatakan seluruh peserta yang tampil merupakan hasil seleksi dari tingkat kabupaten dan kota.

Enam daerah yang mengirimkan atlet antara lain Samarinda, Bontang, Balikpapan, Kutai Timur, Paser, serta Kutai Kartanegara.

“Peserta yang hadir adalah para juara dan pemain terbaik dari kejuaraan tingkat daerah yang sudah digelar sebelumnya,” kata Djufri.

Ia menambahkan, hasil Kejurprov ini akan menjadi dasar utama dalam menentukan atlet yang akan diberangkatkan ke Kejurnas di Bogor.
Menurut dia, Kejurnas Domino 2026 akan menjadi momen penting karena disebut sebagai kejuaraan nasional pertama untuk cabang tersebut di Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, pertandingan menggunakan sistem resmi ORADO dengan format tiga set. Setiap pasangan yang lebih dulu mencapai 101 poin akan memenangkan satu pertandingan.

Selain itu, panitia menerapkan sistem kompetisi penuh atau full liga, di mana seluruh pasangan saling bertemu tanpa pembagian grup maupun sistem gugur.

“Penentuan juara berdasarkan akumulasi poin seperti klasemen. Jadi semua pasangan punya kesempatan yang sama,” ujar Djufri.

Selain memperebutkan tiket ke Kejurnas, para peserta juga bersaing untuk meraih total hadiah sebesar Rp50 juta. (Mifa)